SuaraJabar.id - Bagi para petani di Kecamatan Cidaun, Cianjur, kedatangan sebuah traktor roda empat pada Agustus 2020 lalu adalah jawaban atas doa-doa mereka.
Bantuan dari pemerintah pusat itu bukan sekadar mesin, melainkan simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik, panen yang lebih melimpah, dan punggung yang tak lagi terlalu bungkuk menahan lelah.
Namun, harapan itu mekar hanya untuk dipetik paksa dan dijual oleh orang yang paling mereka percaya.
Udan Supena, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cikawung 3, orang yang seharusnya menjadi garda terdepan memperjuangkan nasib mereka, justru menjadi serigala yang mengkhianati amanah itu dengan keji.
Untuk mendapatkan traktor tersebut, perjuangannya tidaklah mudah. Pengajuan bantuan dilakukan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI Dapil Cianjur, sebuah proses yang membutuhkan kesabaran, proposal, dan lobi.
Para petani anggota Gapoktan Cikawung 3 menaruh seluruh kepercayaan mereka pada Udan Supena untuk memimpin proses ini.
Ketika traktor itu akhirnya tiba, suka cita pun menyelimuti desa. Mesin itu adalah mimpi yang menjadi nyata, sebuah alat yang akan meringankan pekerjaan kolektif mereka.
Namun, mereka tidak pernah tahu, di benak sang ketua, mimpi itu sudah memiliki label harga.
Kebahagiaan para petani ternyata hanya seumur jagung. Tanpa sepengetahuan mereka, Udan Supena bergerak dalam senyap.
Baca Juga: Baru Sebulan Diterima, Bantuan Traktor untuk Petani Cianjur Malah Dijual Ketua Gapoktan
Hanya dalam waktu satu bulan setelah traktor diterima, aset berharga milik kelompok tani itu lenyap.
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkap fakta pahit di balik hilangnya traktor tersebut.
"Bantuan tersebut cair pada Agustus 2020, selang satu bulan pelaku menjual pada seseorang di wilayah Lampung dengan harga Rp120 juta," kata AKP Tono dilansir dari Antara.
Tindakan ini menunjukkan betapa tidak ada niat sedikit pun dari sang ketua untuk memanfaatkan bantuan itu demi kesejahteraan bersama.
Traktor itu dijual lintas provinsi, seolah untuk menghilangkan jejak dari pengkhianatan yang baru saja ia lakukan.
Uang hasil penjualan mimpi para petani itu pun mengalir deras. Mayoritas masuk ke kantong pribadi Udan Supena untuk kepentingannya sendiri.
Berita Terkait
-
Baru Sebulan Diterima, Bantuan Traktor untuk Petani Cianjur Malah Dijual Ketua Gapoktan
-
Ramzi Alami Insiden Jatuh dari Kuda, Respons Tak Terduga Netizen Curi Perhatian
-
7 Fakta Miris Penemuan Jasad Bayi di Sungai Cianjur: Luka Misterius hingga Dugaan Pelaku Orang Luar
-
Keji! Jasad Bayi Ditemukan di Sungai Cianjur dengan Luka Misterius, Polisi Buru Orang Tua
-
Di Balik Manisnya Gula Aren, Ada Kisah Petani Penyintas Bencana yang Menjaga Bumi Pertiwi
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
Terkini
-
6 Fakta Proyek Jalan Tambang Bogor Barat di Tengah Evaluasi Pemprov Jabar
-
6 Fakta Pengungkapan Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Melalui CCTV
-
Jejak Digital Tak Bisa Bohong, Pembunuh WNA Korea di Bekasi Diciduk Usai Terekam CCTV
-
Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Terungkap, Mantan Istri Sewa Eksekutor
-
Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Dibangun demi Ekonomi Rakyat