SuaraJabar.id - Situasi unjuk rasa yang telah memanas di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, pada Jumat (29/8/2025) sore, diwarnai sebuah momen yang sama sekali tak terduga.
Di tengah kepulan gas air mata dan suara ledakan petasan, serombongan massa bersama personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) tiba-tiba muncul, menambah babak baru dalam eskalasi aksi.
Kedatangan mereka yang dipimpin oleh seorang perwira tinggi berpangkat bintang dua, lengkap dengan tongkat komando, sontak mengubah dinamika di lapangan dan membelah respons massa aksi yang sudah lebih dulu berada di lokasi.
Dilansir dari AyoBandung -jaringan Suara.com, sekitar pukul 15.43 WIB, dari arah persimpangan Jalan Sulanjana-Diponegoro, rombongan ini bergerak maju. Terlihat setidaknya lima personel TNI, dengan seorang jenderal di barisan terdepan.
Di belakang mereka, puluhan massa sipil berjalan kaki sambil bergandengan tangan dan serempak meneriakkan kata revolusi.
Namun, kehadiran aparat militer ini tidak disambut dengan tangan terbuka oleh semua demonstran.
Sebagian massa yang telah lebih dulu bentrok dengan kepolisian justru menunjukkan penolakan dan kecurigaan.
"Kalian sama saja, militerisme," teriak seorang pengunjuk rasa dari tengah kerumunan.
Teriakan sinis itu bergema, menunjukkan adanya sentimen anti-intervensi militer di kalangan massa.
Baca Juga: Aksi Solidaritas Ojol di DPRD Jabar Ricuh: Molotov Dibalas Gas Air Mata, Massa Merangsek Masuk
Meski mendapat penolakan, sang jenderal dan rombongannya tetap berjalan tegap menembus kerumunan, menuju titik pusat kericuhan di depan gerbang utama DPRD Jawa Barat.
Sesampainya di depan gerbang, jenderal yang memegang tongkat komando itu langsung mencoba mengambil inisiatif untuk menenangkan massa.
Namun, suaranya tenggelam oleh riuh rendah teriakan dan ledakan petasan yang masih sesekali terdengar.
Tak kehilangan akal, perwira tinggi itu bahkan sampai naik ke pundak seseorang agar dapat terlihat dan berkomunikasi lebih baik dengan kerumunan.
Dengan isyarat tangan, ia memohon massa untuk tenang. Terlihat dari gerak bibirnya, ia sempat mengucapkan kata maaf.
Akan tetapi, upaya mediasinya disambut respons yang campur aduk. Sebagian massa tetap berteriak 'revolusi!', sementara yang lain terus menyuarakan penolakan dengan teriakan 'militerisme!'.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi Solidaritas Ojol di DPRD Jabar Ricuh: Molotov Dibalas Gas Air Mata, Massa Merangsek Masuk
-
Rumah MPR RI Ludes Dibakar Demonstran
-
Ratusan Pelajar dari Bogor, Depok dan Tangerang Diamankan Saat Hendak Ikut Demo ke Jakarta
-
Sinyal Kuat Bojan Hodak: Thom Haye dan Federico Barba Berpeluang Debut untuk Persib Kontra Borneo FC
-
KPAI Lindungi 196 Pelajar yang Diamankan Polisi, Beri Jaminan Tidak Dikeluarkan dari Sekolah
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI