SuaraJabar.id - Di tengah hiruk pikuk kebijakan publik yang sering kali bermain aman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuat sebuah gebrakan yang tak hanya unik, tetapi juga nekat.
Keputusan mereka untuk memutar lagu "Ibu Pertiwi" secara masif di ruang publik ternyata menyimpan satu pernyataan sikap yang jauh lebih keras mereka siap "pasang badan" menghadapi potensi tuntutan royalti hak cipta.
Sikap ini mengubah narasi dari sekadar kebijakan simpatik menjadi sebuah pertaruhan berisiko tinggi, di mana pesan moral secara sengaja diposisikan di atas potensi konsekuensi hukum dan finansial.
Pernyataan yang menjadi episentrum dari gebrakan ini datang langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.
Saat dihadapkan pada pertanyaan krusial mengenai izin dan royalti—isu yang sering menjadi momok bagi penyelenggara acara hingga pemilik kafe jawabannya tegas dan tanpa basa-basi.
"Yah kita juga kan ngambil dari itu ya, lagu itu kan lagu nasional juga. Tidak keberatan sih kalau diprotes gara-gara royalti," ujar Ajat pada Selasa, 2 September 2025.
Pernyataan ini bukan sekadar jawaban defensif. Ini adalah sebuah deklarasi. Pemkab Bogor secara sadar mengakui bahwa mereka belum mengantongi izin resmi, namun mereka telah mengkalkulasi risikonya dan siap menanggungnya.
Sikap ini seolah menantang status quo, menegaskan bahwa ada tujuan yang lebih luhur di balik pemutaran lagu ini—sebuah tujuan yang mereka anggap layak untuk diperjuangkan, bahkan jika harus membayar denda.
Langkah "siap pasang badan" ini tentu bukan tanpa konsekuensi. Penggunaan lagu secara komersial atau di ruang publik diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lagu, 'Ibu Pertiwi' Jadi Protes Sunyi Pemkab Bogor Atas Kondisi Nasional?
Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) adalah badan resmi yang bertugas menarik, menghimpun, dan mendistribusikan royalti atas penggunaan karya cipta lagu.
Jika pencipta lagu atau ahli warisnya menuntut, Pemkab Bogor berpotensi menghadapi:
- Teguran dan Somasi: Peringatan hukum untuk menghentikan pemutaran dan menyelesaikan kewajiban.
- Tuntutan Pembayaran Royalti: Kewajiban membayar sejumlah dana sesuai dengan aturan yang berlaku, yang bisa jadi tidak sedikit mengingat skala pemutarannya yang masif.
- Potensi Sanksi Hukum: Dalam kasus yang lebih serius, bisa berujung pada sengketa hukum di pengadilan.
Sikap menantang isu royalti ini dapat dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, ini adalah strategi komunikasi yang brilian.
Dengan menyatakan siap membayar, Pemkab Bogor memposisikan diri sebagai pahlawan yang memperjuangkan pesan moral di atas urusan finansial yang dianggap remeh.
Citra pemerintah yang berani, tegas, dan berpihak pada nilai-nilai kebangsaan pun terbentuk.
Namun di sisi lain, ini bisa dilihat sebagai blunder kebijakan. Mengabaikan prosedur hukum sejak awal dapat dianggap sebagai arogansi birokrasi dan memberikan contoh yang kurang baik.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Lagu, 'Ibu Pertiwi' Jadi Protes Sunyi Pemkab Bogor Atas Kondisi Nasional?
-
Pemkab Bogor Wajibkan Putar Lagu Ibu Pertiwi di Lampu Merah hingga Stasiun, Siap Tanggung Royalti?
-
6 Fakta di Balik Kebijakan ASN Bogor Wajib Pakai Baju Bebas Selama 4 Hari
-
Situasi Memanas, Bupati Bogor Instruksikan Seluruh ASN Lepas Baju Dinas Selama 4 Hari
-
Ini Dia Bocoran 2 Dinas Baru Pemkab Bogor, Siap-Siap Ngantor Sementara di Vivo Mall
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI