- Penutupan kebun binatang akan berimbas pada terhambatnya pemenuhan kebutuhan dasar satwa
- Pengelolaan Bandung Zoo harus dilakukan oleh pihak yang profesional serta memiliki pemahaman mendalam
- PKBSI siap membantu apabila diminta oleh Pemerintah Kota Bandung untuk mengelola Bandung Zoo
SuaraJabar.id - Kreator konten YouTube sekaligus pegiat satwa, Alshad Kautsar Ahmad, berharap polemik pengelolaan yang tengah melibatkan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).
Segera menemukan penyelesaian, agar bisa kembali berjalan demi kelangsungan hidup satwa yang ada di dalamnya.
“Semoga masalah Bandung Zoo cepat terselesaikan dengan baik. Soalnya kasihan juga satwa-satwa karena kalau Bandung Zoo tidak beroperasi pasti tidak ada biaya untuk mereka,” kata Alshad kepada ANTARA di Bandung, Jawa Barat, Minggu 21 September 2025.
Alshad menilai, penutupan kebun binatang akan berimbas pada terhambatnya pemenuhan kebutuhan dasar satwa, mulai dari pakan hingga perawatan kesehatan.
Menurutnya, hal itu bisa mengulang kondisi saat pandemi COVID-19, ketika operasional kebun binatang sempat lumpuh dan berdampak pada kesejahteraan satwa.
“Kalau Bandung Zoo bisa beroperasi, satwa-satwa tersebut ada biaya untuk dirawat. Kalau biayanya habis, kasihan juga ke satwanya, sama seperti zaman pas COVID-19,” ujarnya.
Alshad menegaskan, pengelolaan Bandung Zoo harus dilakukan oleh pihak yang profesional serta memiliki pemahaman mendalam terkait konservasi satwa, mengingat di dalamnya terdapat berbagai satwa dilindungi yang statusnya menjadi prioritas negara.
“Kalau yang tidak berpengalaman, kasihan satwanya. Satwa yang di kandang tidak bisa bersuara, tidak bisa protes, dan mereka akan menjadi korban kalau ada sesuatu yang terjadi di sana,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah menegaskan bahwa polemik pengelolaan Bandung Zoo jangan sampai mengorbankan satwa demi kepentingan segelintir pihak.
Baca Juga: Tragis! Perempuan 19 Tahun Jatuh dari Lantai 11 Mal Kings Bandung
“Maka yang terpenting adalah bagaimana satwa tetap lestari, karyawan tetap bekerja dengan baik serta pengusaha kecil di sekitar kebun binatang tetap bisa mencari nafkah. Jangan sampai mereka dikorbankan hanya karena konflik hukum,”
Rahmat mengatakan pada prinsipnya PKBSI siap membantu apabila diminta oleh Pemerintah Kota Bandung untuk mengelola Bandung Zoo sampai adanya putusan hukum inkrah terkait kasus yang menjerat dua petinggi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), Sri dan Bisma Bratakoesoma.
“Kami punya tenaga ahli, dan bisa bekerja sama dengan lembaga konservasi yang mampu. Tapi jangan ditutup, karena biaya pakan satwa saja bisa mencapai Rp800 juta per bulan, dan gaji pegawai Rp800 juta. PKBSI tidak punya dana sebesar itu,” kata dia.
Sebelumnya, Kebun Binatang Bandung saat ini tengah ditutup sementara setelah ditetapkan sebagai barang bukti perkara dugaan korupsi yang tengah disidangkan dengan terdakwa di antaranya R. Bisma Bratakoesoema dan Sri Devi, serta mantan Sekda Kota Bandung Yossi Irianto pada berkas perkara berbeda.
Aset Bandung Zoo kini dititipkan ke Pemerintah Kota Bandung selaku pemilik lahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
Terkini
-
BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah
-
Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang
-
5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini