- Ahli gizi dan koki secara konsisten memantau hingga menanyakan ke sekolah
- Wajib mengisi menu-menu yang menjadi penentu Makan Bergizi Gratis
- Bahan baku yang akan diolah di SPPG Cinere merupakan bahan baku grade A atau paling bagus
SuaraJabar.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinere, Depok, Jawa Barat memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memilih menu MBG sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Lewat pesan langsung (direct messages atau DM) di media sosial Instagram SPPG tersebut.
Kepala SPPG Cinere Afif Maulana Rivai, menyampaikan ahli gizi dan koki secara konsisten memantau hingga menanyakan ke sekolah tentang menu-menu apa saja yang diminati oleh para siswa.
Koki dan ahli gizi kemudian akan menentukan daftar menu sesuai AKG siswa.
"Kita selalu memantau ke sekolah bersama dengan ahli gizi, puskesmas, dan pihak sekolah. Kita menanyakan kepada para siswa, kira-kira mereka kesukaannya apa. Nah, setelah itu, nanti ahli gizi dari SPPG Cinere itu menghitung komposisi dari gizi yang akan kita masak," kata Afif, Senin 6 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pengawasan yang dilakukan yakni setiap hari pihak SPPG membawa lembar formulir untuk diberikan ke pihak sekolah.
Mereka wajib mengisi menu-menu yang menjadi penentu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa setiap harinya.
"Setiap hari itu kita membawa lembar formulir untuk kita berikan ke pihak sekolah. Pihak sekolah itu nanti wajib mengisi tentang menu-menu yang akan kita berikan pada hari itu, jadi mereka berhak mengisi sesuai dengan apa yang mereka rasakan pada menu hari itu, misal bau seperti apa, rasanya seperti apa, atau kurang apa," ujar dia.
Afif juga memastikan bahan baku yang akan diolah di SPPG Cinere merupakan bahan baku grade A atau paling bagus.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Akan Hentikan Dapur MBG yang Racuni Siswa
Bahkan, pihaknya telah menandatangani kesepakatan bersama dengan pemasok apabila ada bahan yang tidak sesuai, maka wajib diganti dalam waktu cepat.
Selain itu, seluruh petugas di SPPG Cinere telah memiliki sertifikat penjamah makanan untuk memastikan keamanan pangan.
SPPG Cinere juga telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
"Karena menurut kami kedua itu yang paling dasar dan utama harus dimiliki, saat ini kami yang sedang proses yakni sertifikat halal," ucap Afif.
Selain itu, ia menambahkan, setiap satu bulan sekali pengawas atau surveillance dari Puskesmas Cinere atau dinas kesehatan setempat akan datang untuk mengecek kesehatan fisik hingga mental petugas di SPPG.
"Mereka kan bekerjanya sejak malam hari, jadi kita perlu memastikan kesehatannya terjaga. Saat bekerja, mereka kan juga memegang pisau seperti itu, jadi kita ingin mereka sehat baik fisik maupun mental," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Bobotoh Lumpuhkan Jalan Protokol Bandung Rayakan Persib Juara
-
6 Fakta Pesta Juara Maung Bandung di GBLA
-
GBLA Bergemuruh! Flare dan Kembang Api Bobotoh Warnai Pesta Juara Persib Bandung
-
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Ukir Rekor Abadi di Liga Utama Indonesia
-
Ada Flare di Kamar Mandi! Polisi Bongkar Penyelundupan Barang Terlarang di GBLA