-
Hujan deras dan angin kencang di Bandung merusak fasilitas umum dan bangunan, dengan insiden besar pohon beringin tumbang di Alun-Alun Ujung Berung.
-
BPBD Jabar-Kota Bandung segera berkoordinasi dan menangani dampak cuaca ekstrem, termasuk penilaian kerusakan di lokasi terdampak.
-
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat di Jawa Barat hingga 7 November 2025. Masyarakat diminta tetap waspada dan antisipatif.
SuaraJabar.id - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Bandung pada Selasa (4/11/2025), menyebabkan sejumlah fasilitas umum dan bangunan terdampak.
Salah satu insiden paling menonjol adalah tumbangnya sebuah pohon beringin besar di Alun-Alun Kecamatan Ujung Berung.
Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ame, saat dihubungi, membenarkan dampak cuaca ekstrem tersebut.
“Dampak dari cuaca ekstrem ini antara lain 1 fasilitas umum dan 1 unit bangunan terdampak, termasuk Asrama Batalyon Zeni Tempur 9," ujar Teten.
Dirinya menambahkan, saat ini BPBD Jabar telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Bandung dan aparat setempat guna memastikan penanganan segera dilakukan.
"Saat ini, kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kota serta aparat setempat guna melakukan penanganan segera," tambahnya.
Teten juga menjelaskan bahwa saat ini BPBD Kota Bandung bersama aparat setempat sedang melakukan pemeriksaan di lokasi terdampak.
Penilaian dilakukan menyeluruh terhadap kondisi fasilitas umum dan bangunan, termasuk memastikan keselamatan warga serta mengevaluasi kerusakan yang terjadi akibat cuaca ekstrem.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung, sebuah kabar melegakan di tengah situasi yang mengkhawatirkan.
Baca Juga: Dugaan Akar Masalah Whoosh! Gaya Kepemimpinan Jokowi Dianggap Biang Kerok Proyek Kereta Cepat
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang masih dapat terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta hingga 7 November 2025. [Antara]
Berita Terkait
-
Dugaan Akar Masalah Whoosh! Gaya Kepemimpinan Jokowi Dianggap Biang Kerok Proyek Kereta Cepat
-
Dugaan Korupsi Anggaran 2025, Wakil Wali Kota Bandung Dicegah ke Luar Negeri?
-
Kasus Korupsi Anggaran 2025, Kejaksaan Sita Ponsel-Laptop Usai Periksa Wakil Wali Kota Bandung
-
Jalur Utama Bandung-Cianjur Lumpuh Total! Pohon Tumbang Blokir Akses, Antrean Kendaraan Mengular
-
Pemkot Bandung Larang Kunjungan ke Bandung Zoo! Ini Alasannya
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba