-
Reni Rahmawati, korban "pengantin pesanan" di China, segera dipulangkan ke Indonesia oleh KJRI Guangzhou setelah resmi bercerai dan diserahkan kepada Kepolisian RI.
-
Kasus Reni merupakan TPPO dengan modus pernikahan paksa. Suami Tiongkoknya bayar Rp476 juta ke agen, namun Reni hanya terima Rp11 juta.
-
KJRI Guangzhou berhasil mengakhiri pernikahan Reni setelah memverifikasi kondisinya dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Polda Jabar menahan tersangka di Indonesia.
SuaraJabar.id - Kasus Reni Rahmawati (24), Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi korban praktik pengantin pesanan di China, sempat menjadi sorotan publik.
Kasus pengantin pesanan ini juga telah menarik perhatian serius dan mengungkap modus operandi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang meresahkan.
Konjen RI di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, membeberkan kronologi dan fakta-fakta mengejutkan.
Berikut adalah 7 fakta penting dan menarik dari kasus Reni Rahmawati:
1. Tergiur Tawaran Gaji Fantastis Rp15-20 Juta/Bulan Lewat Medsos
Reni tiba di China pada 18 Mei 2025. Ia berangkat setelah menerima tawaran pekerjaan dengan gaji yang sangat menggiurkan, mencapai Rp15-20 juta per bulan.
Tawaran ini didapatnya melalui seseorang yang dikenalnya di media sosial, menunjukkan bagaimana platform digital bisa disalahgunakan untuk menjerat korban TPPO.
2. Dijebak dan Dinikahkan Resmi Dua Hari Setelah Tiba di China
Alih-alih mendapatkan pekerjaan, hanya dua hari setelah tiba di China, pada 20 Mei 2025, Reni justru dinikahkan secara resmi dengan Tu Chao Cai, seorang wiraswasta asal Yongchun, Quanzhou, Fujian. Reni menjadi korban praktik mail order bride atau pengantin pesanan.
Baca Juga: Dramatis! Kronologi WNI Asal Sukabumi Jadi Korban Pengantin Pesanan di China
3. Suami China Bayar Mahar Rp476 Juta ke Agen, Reni dan Keluarga Tak Terima Sepeser Pun
Tu Chao Cai, suami Reni, mengaku telah membayar 205.000 RMB (sekitar Rp476,4 juta) kepada agen untuk menikahi Reni. Namun, fakta mencengangkan adalah Reni dan keluarganya di Indonesia tidak pernah menerima uang tersebut. Reni hanya menerima Rp11 juta dari seseorang bernama Abdullah, yang diduga agen di Indonesia.
4. Reni Dipaksa Mengaku dan Menandatangani Dokumen Pernikahan Resmi
Tu Chao Cai mengaku merasa ditipu karena Reni tidak menunjukkan keberatan saat dinikahkan dan mengakui dua orang yang hadir saat akad nikah di Indonesia sebagai orang tuanya—padahal bukan.
Ini menunjukkan bahwa Reni dipaksa agen untuk mengaku dan menandatangani dokumen pernikahan resmi, tanpa persetujuan sejati atau pemahaman penuh.
5. KJRI Guangzhou Turun Tangan, Verifikasi Kondisi Reni Hingga Mediasi Perceraian
Berita Terkait
-
Dramatis! Kronologi WNI Asal Sukabumi Jadi Korban Pengantin Pesanan di China
-
Waduh! WNI Asal Sukabumi Jadi Korban Pengantin Pesanan di China
-
Jembatan Putus Total! Akses Warga Terisolir di Sukabumi Selatan Setelah Banjir Bandang Menerjang
-
Bocimi dan Parungkuda Kritis! Ini Peta Rawan Macet Nataru 2026 yang Diantisipasi Kemenhub
-
Selebgram Lisa Mariana dan Pemeran Pria F Alias Tato Tersangka Video Mesum
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Momen Ratusan Layang-Layang Terbang di Pesisir Laut Jawa Rayakan Kemerdekaan
-
BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global
-
Menteri Jerman dan Wamenkes Tinjau Langkah Hijau Bayer di Cimanggis, Ini Hasilnya
-
BRI dan Pegadaian Kelola Ekosistem Emas Sebesar 153 Ton, Dukung Instruksi Presiden Prabowo