-
Banjir dan longsor melanda Simpenan, Sukabumi selatan, setelah hujan deras, berdampak pada tiga desa dan 42 jiwa.
-
Dampak terparah bencana adalah putusnya jembatan penghubung antarkampung di Desa Loji, yang memutus total akses warga.
-
Meskipun air sudah surut dan material longsor dibersihkan, BPBD mengimbau warga Sukabumi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
SuaraJabar.id - Wilayah selatan Kabupaten Sukabumi dilanda bencana hidrometeorologi setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur sejak Senin malam (10/11/2025).
Akibatnya, banjir dan tanah longsor terjadi di Kecamatan Simpenan, berdampak pada sedikitnya tiga desa: Desa Sangrawayang, Desa Cidadap, dan Desa Loji.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, menjelaskan bahwa bencana terjadi sekitar pukul 19.00 WIB akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung terus-menerus.
"Terjadi banjir dan longsor di beberapa titik di wilayah Simpenan. Kondisi ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan cuaca ekstrem sejak sore hari," kata Dandi dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Selasa 11 November 2025.
Dandi menyebut, banjir melanda Kampung Cibutun di Desa Sangrawayang dan Kampung Sawah Tengah di Desa Cidadap. Sebanyak 14 kepala keluarga atau 42 jiwa terdampak oleh banjir ini. Untungnya, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut.
"Kondisi saat ini alhamdulillah air sudah surut," ungkapnya.
Sementara itu, bencana longsor terjadi di Kampung Leuwigadog, Desa Loji. Longsoran tanah ini menutup sebagian bahu jalan desa dengan panjang sekitar 5 meter dan tinggi 3 meter.
Material longsoran telah berhasil dibersihkan oleh warga bersama pemerintah desa secara gotong royong.
"Longsoran sudah berhasil dibersihkan melalui gotong royong warga dan pemerintah setempat," ujar Dandi.
Baca Juga: Bocimi dan Parungkuda Kritis! Ini Peta Rawan Macet Nataru 2026 yang Diantisipasi Kemenhub
Dampak paling parah adalah putusnya jembatan penghubung antarkampung di Desa Loji. Jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 2,5 meter itu terputus total akibat derasnya aliran sungai, yang secara signifikan memutus akses warga di Kampung Cipicung dan Sawahbera.
"Jembatan masih terputus, tidak bisa dilewati warga. Sekarang kondisi air sudah surut, tapi jarak antara sungai dan permukiman hanya sekitar dua meter," tuturnya.
Berita Terkait
-
Bocimi dan Parungkuda Kritis! Ini Peta Rawan Macet Nataru 2026 yang Diantisipasi Kemenhub
-
Motor Curian Ketemu, Pemilik Bingung: 4 Bulan 'Disandera' Hukum Sebagai Barang Bukti
-
Jelang Tuntutan, Terdakwa Kasus Air Keras Sukabumi Sampaikan Pesan Haru
-
6 Desa di Cisolok Sukabumi Terendam, Ribuan Jiwa Mengungsi: Ini Kebutuhan Prioritas!
-
Mencekam! Banjir Bandang Terjang Cisolok Sukabumi: Rumah Hanyut, Dokumen Raib
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Tato Wajah Tersangka dan Tulisan 'Love Topik TH' di Tubuh Korban Penyekapan, Ini Kata Polisi
-
Heboh Asap di Tambang Bawah Tanah Pongkor, PT Antam Pastikan Seluruh Pekerja Aman
-
Luka Parah hingga ke Kaki, Pemulihan Korban Penyekapan Taufik Hidayat Butuh Waktu Setahun
-
PSEL Bogor: Solusi Energi Bersih vs Kekhawatiran Warga Kayumanis
-
BRI Peduli Siapkan PMI Cirebon Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Usai Berkiprah di Luar Negeri