-
Reni Rahmawati, korban "pengantin pesanan" di China, segera dipulangkan ke Indonesia oleh KJRI Guangzhou setelah resmi bercerai dan diserahkan kepada Kepolisian RI.
-
Kasus Reni merupakan TPPO dengan modus pernikahan paksa. Suami Tiongkoknya bayar Rp476 juta ke agen, namun Reni hanya terima Rp11 juta.
-
KJRI Guangzhou berhasil mengakhiri pernikahan Reni setelah memverifikasi kondisinya dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Polda Jabar menahan tersangka di Indonesia.
Setelah kasusnya mencuat dan keluarga Reni melapor ke Polda Jabar, KJRI Guangzhou bergerak cepat. Mereka meminta bantuan kepolisian Provinsi Fujian untuk melacak keberadaan Reni.
Konjen Ben Perkasa Drajat bahkan memimpin pertemuan langsung dengan Tu Chao Cai dan keluarganya serta otoritas setempat pada 10 Oktober 2025. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri pernikahan Reni sesuai hukum setempat.
6. Resmi Bercerai pada 13 November 2025 dan Dipulangkan ke Indonesia
Otoritas setempat secara resmi menerbitkan surat cerai Reni dan Tu Chao Cai pada 13 November 2025. Pada Senin (17/11/2025), Reni diserahkan kepada Kepolisian Republik Indonesia di KJRI Guangzhou, diwakili Kompol Nirwan Fakaubun (Divisi Hubungan Internasional) dan AKP Ade Saepudin (Polda Jawa Barat), untuk proses lanjutan di Indonesia. Reni menyampaikan terima kasih atas upaya pemulangannya.
7. Lebih dari 10 Kasus "Pengantin Pesanan" Ditangani KJRI Guangzhou dalam Kurun Waktu Kurang dari 10 Bulan
Kasus Reni bukan satu-satunya. Dalam kurun waktu kurang dari 10 bulan pada tahun 2025, KJRI Guangzhou telah menangani lebih dari 10 kasus dengan modus pengantin pesanan, menunjukkan bahwa praktik TPPO ini cukup marak dan menjadi ancaman serius bagi WNI yang mencari pekerjaan di luar negeri.
Berita Terkait
-
Dramatis! Kronologi WNI Asal Sukabumi Jadi Korban Pengantin Pesanan di China
-
Waduh! WNI Asal Sukabumi Jadi Korban Pengantin Pesanan di China
-
Jembatan Putus Total! Akses Warga Terisolir di Sukabumi Selatan Setelah Banjir Bandang Menerjang
-
Bocimi dan Parungkuda Kritis! Ini Peta Rawan Macet Nataru 2026 yang Diantisipasi Kemenhub
-
Selebgram Lisa Mariana dan Pemeran Pria F Alias Tato Tersangka Video Mesum
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Ukir Rekor Abadi di Liga Utama Indonesia
-
Ada Flare di Kamar Mandi! Polisi Bongkar Penyelundupan Barang Terlarang di GBLA
-
Wanti-wanti Bobotoh di GBLA, Bojan Hodak: Jangan Sampai Angkat Piala di Atas Tribun Lagi
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg dan Tanjungsari Bogor Disegel
-
Tak Pakai Rompi Tahanan dan Bawa Mobil Pribadi, Sidang Kasus Kepabeanan di PN Cibinong Disorot