Penyebab Konflik Utama Pengeroyokan bermula saat guru menampar siswa yang dianggap tidak sopan di kelas. Tindakan refleks tersebut memicu kemarahan siswa hingga berujung pada aksi kekerasan massal di lingkungan sekolah Jambi.
Respon dan Kontroversi Publik Insiden ini memicu pro-kontra di media sosial terkait etika murid dan ucapan guru. Publik menyoroti dugaan kata-kata kasar guru yang dianggap menjadi pemicu utama perseteruan tersebut meluas.
Upaya Mediasi dan Petisi Meski sempat dilakukan mediasi, konflik gagal mereda karena perbedaan tuntutan. Guru akhirnya menawarkan petisi kepada murid untuk menentukan apakah dirinya masih layak mengajar atau harus keluar dari sekolah.
Tamparan dan kata-kata Agus kepada muridnya itu nampak membekas kepada sang murid hingga perseteruan itu tidak selesai di ruang kelas. Di luar kelas sang siswa menantang Agus untuk menyelesaikan permasalahan itu secara jantan.
"Kemudian berlanjut di sampai dengan istirahat dia menantang saya kembali anak tersebut," jelas dia.
Amarah siswa dibantu dengan siswa lainnya membara hingga terjadilah mediasi antara Agus dengan murid sebelum akhirnya diakhiri dengan pengeroyokan.
"Setelah itu bergulir sampai jam 4 kejadian itu lebih kurang dan terjadi mediasi sebelum ada pengeroyokan terhadap saya. Saya berusaha tenang dan berada di kantor dengan ada CCTV sebagai bukti, saya juga merekam peneriakan mereka kepada saya," jelas dia.
Ajukan Petisi Agar Tak Mengajar Lagi
Agus saat bermediasi sempat menawarkan apa yang sebetulnya sang murid inginkan. Sang murid lantas meminta Agus untuk meminta maaf kepadanya.
"Kemudian pada saat mediasi saya mengajukan kepada mereka, apa yang mereka inginkan dan mereka meminta saya meminta maaf untuk hal yang tidak saya lakukan," jelas dia.
Tidak mau meminta maaf, Agus kemudian memberikan alternatif lain kepada muridnya. Merasa tidak bersalah dengan tuduhan murid, Agus mengajukan untuk membuat petisi kepada para murid.
Petisi itu, berapa voting apakan Agus masih diinginkan oleh para murid untuk mengajar di sekolah tersebut, atau para murid menginginkan Agus keluar dari sekolah.
Baca Juga: Perintah Keras Wagub Jabar untuk Polisi: Tangkap Pemuda Penghina Sunda!
"Kemudian saya memberi alternatif kepada mereka. Satu membuat petisi kalau seandainya mereka tidak menginginkan saya lagi untuk tidak mengajar di sekolah atau kedua mereka mengubah perangai mereka untuk menjadi lebih baik lagi dari hang sekarang," jelas dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Perintah Keras Wagub Jabar untuk Polisi: Tangkap Pemuda Penghina Sunda!
-
Jalan Pasir Koja Bandung Mencekam! Dua Kelompok Bentrok Diduga Rebutan Lahan
-
Akhir Drama Viral Ojol vs Opang di Rancaekek, Sepakat Damai Usai Mediasi Polisi
-
Viral Pria Ngaku Anak Propam dan Pakai Mobil Barang Bukti, Pria Ini Kena Skakmat Polisi
-
Terhempas di Sawah Karawang, Kesaksian Warga Lihat Pesawat PK-WMP Berputar-putar Sebelum Jatuh
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain