Keprihatinan Terhadap Jatuhnya Korban Jiwa Ketua DPRD menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa di kawasan tambang (khususnya di Pongkor dan Cigudeg) yang telah memakan korban jiwa. Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak.
Desakan Penegakan Hukum dan Penghentian Pembiaran Sastra Winara meminta aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas dan tidak melakukan pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal. Hal ini dikarenakan operasional tambang tersebut tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) sehingga sangat membahayakan keselamatan warga.
Dorongan Solusi dari Pemerintah Daerah Selain penegakan hukum, Ketua DPRD menekankan perlunya keterlibatan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat serta memberikan pemahaman kepada warga agar tidak lagi melakukan aktivitas tambang yang melanggar aturan.
SuaraJabar.id - Isu pertambangan emas tanpa izin (PETI) atau yang akrab disebut tambang liar di wilayah Bogor Barat, Jawa Barat, kembali memanaskan situasi daerah.
Kilau emas yang seharusnya membawa kesejahteraan, justru berubah menjadi petaka yang merenggut nyawa warga.
Tragedi kemanusiaan yang baru-baru ini terjadi di kawasan pertambangan rakyat telah memicu reaksi keras dari pimpinan legislatif daerah.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, akhirnya angkat bicara merespons fenomena yang seolah tak ada matinya ini.
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun, aktivitas ilegal ini masih sangat marak terjadi di titik-titik krusial seperti kawasan PT Antam Tbk Pongkor, Kecamatan Nanggung, hingga kawasan Gunung Guruh di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg.
Ditemui di Cibinong, Sastra tidak bisa menyembunyikan rasa dukanya atas insiden yang menimpa para penambang liar alias gurandil.
Bagi politisi muda ini, satu nyawa warga Bogor sangatlah berharga dan tidak sebanding dengan bongkahan emas manapun.
"Jadi yang dipongkor, pertama kami prihatin musibah di pongkor mudah mudahan ini jadi pembelajaran buat kita semua, ada yang menyebabkan korban tentu saya gatau," ungkapnya, Rabu 21 Januari 2026.
Sastra menyadari bahwa masalah ini seperti benang kusut. Ia tak menutup mata soal maraknya kembali tambang emas ilegal baik di Pongkor area PT Antam maupun kawasan Gunung Guruh Cirangsad, Kecamatan Cigudeg.
Baca Juga: Dilema Perut vs Aturan di Pongkor: ESDM Akui Marak Tambang Emas Ilegal di Bogor
Aktivitas ini seringkali melibatkan sindikat yang terorganisir dan warga yang nekat bertaruh nyawa tanpa standar keselamatan (SOP) yang jelas.
Oleh karena itu, Ketua DPRD memberikan warning keras kepada aparat penegak hukum. Ia mendesak kepolisian untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas dan terukur. Pembiaran terhadap aktivitas ilegal sama saja dengan membiarkan warga menyetor nyawa ke lubang maut.
"Tentu kami berharap kepada penegak hukum bagaimana bisa (Ditindak) supaya kita tidak boleh ada pembiaran, kami bisa pastikan ketika ada sodara-sodara kita yang melakukan itu tidak SOP. Perlu jadi atensi kita bersama supaya kita bisa kasih pemahaman kepada sodara-sodara kita semua," tegasnya.
Selain penindakan hukum, Sastra juga menyoroti pentingnya peran eksekutif. Razia mungkin bisa menghentikan aktivitas sesaat, namun urusan perut warga butuh solusi jangka panjang.
Ia meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa di Nanggung maupun Cigudeg agar rantai mafia tambang bisa diputus.
Di sisi lain, Sastra mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk hadir memberikan alternatif ekonomi bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup dari lubang tikus tambang.
Tag
Berita Terkait
-
Dilema Perut vs Aturan di Pongkor: ESDM Akui Marak Tambang Emas Ilegal di Bogor
-
Baru Kumpul Tahun Baru, Keluarga Pramugari Esther Aprilita di Bogor Masih Berharap Mukjizat
-
Bau Amis Dugaan 'Beking' Aparat di Tambang Emas Ilegal Gunung Guruh Tercium Kejagung
-
Tak Mau Ada Celah Korupsi! Bupati Bogor Gandeng KPK 'Pelototi' Proyek Tambang dan Jalan Leuwiliang
-
Mahasiswa di Bogor Akhiri Hidup di Kosan, Diduga Depresi Akibat Terjerat Judol
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Sumedang Bukan Cuma Tahu! Ini 3 Hidden Gem Wisata Alam Estetik yang Wajib Kamu Kunjungi
-
Ketua DPRD Bogor Desak Polisi 'Sikat Habis' Tambang Emas Ilegal di Pongkor dan Cigudeg
-
Dilema Perut vs Aturan di Pongkor: ESDM Akui Marak Tambang Emas Ilegal di Bogor
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 17 Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap Identifikasi SDA
-
Baru Kumpul Tahun Baru, Keluarga Pramugari Esther Aprilita di Bogor Masih Berharap Mukjizat