Andi Ahmad S
Jum'at, 30 Januari 2026 | 19:59 WIB
Warga mencari barang di antara puing rumahnya yang tertimbun material longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz]
Baca 10 detik
  • Operasi SAR hari ketujuh di Bandung Barat melanjutkan pencarian 20 korban hilang dengan evakuasi lima jenazah hari itu.
  • Total 60 kantong jenazah telah dievakuasi; 44 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri.
  • Jumlah warga terdampak dan dilaporkan hilang mengalami dinamika data, mencapai 158 jiwa dari 35 kepala keluarga.

SuaraJabar.id - Tragedi tanah longsor Bandung Barat di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih menyisakan duka mendalam.

Memasuki hari ketujuh operasi, Tim Search and Rescue (SAR) memutuskan untuk melanjutkan pencarian terhadap 20 korban yang dilaporkan masih hilang.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh, menunjukkan komitmen tak tergoyahkan untuk menemukan setiap jiwa yang terdampak.

Sebuah operasi SAR besar-besaran terus berpacu dengan waktu, menarik perhatian dan solidaritas masyarakat dari berbagai penjuru.

Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan, perkembangan penting hari ini.

"Berdasarkan hasil evaluasi hari ke tujuh, masih terdapat 20 korban dilaporkan hilang dan pencarian akan terus dilanjutkan. Alhamdulillah, dari pagi hingga sore cuaca sangat membantu pelaksanaan operasi SAR dan hari ini kami berhasil mengevakuasi lima body pack (kantong jenazah),” katanya.

Lima jenazah korban longsor yang berhasil dievakuasi pada hari ini menambah jumlah total yang ditemukan.

Sejak hari pertama bencana tanah longsor ini terjadi, tim gabungan telah bekerja tanpa henti.

Mohammad Syafii menjelaskan bahwa total korban dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi pencarian mencapai 60 kantong jenazah. Angka ini menggambarkan skala dampak bencana yang begitu besar.

Baca Juga: Nasib Pencarian Korban Longsor Cisarua Ditentukan Besok Sore, Lanjut atau Berhenti?

Di sisi lain, proses identifikasi juga terus berjalan. Berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Upaya DVI ini krusial untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Syafii juga menekankan dinamika data jumlah korban hilang.

"Laporan awal menyebutkan sebanyak 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan terdapat 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Dinamika data ini menjadi bagian dari proses operasi di lapangan,” ujarnya.

Perkembangan data ini menunjukkan kompleksitas penanganan bencana di tengah medan yang sulit dan luasnya area terdampak.

Mohammad Syafii menambahkan bahwa meskipun menghadapi tantangan berupa medan berat serta kondisi cuaca yang tidak selalu stabil dalam sepekan ini, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Load More