- Jalur Nagreg pada Minggu malam Lebaran 2026 padat akibat bercampurnya arus mudik lokal dan wisata menuju Tasikmalaya/Garut.
- Kepadatan dipicu hambatan di Limbangan dan Kadungora, serta mulai bergeraknya arus balik dari timur menuju barat.
- Dishub mengimbau pemudik waspada cuaca ekstrem dan menyarankan menghindari perjalanan malam menggunakan sepeda motor di jalur tersebut.
SuaraJabar.id - Arus lalu lintas mudik Lebaran Idul Fitri 2026 di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, yang merupakan urat nadi penghubung Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya, terpantau masih dipadati kendaraan pada Minggu malam pukul 19.00 WIB.
Kepadatan lalu lintas ini sudah terjadi sejak petang dan mengular panjang, mengindikasikan bahwa arus mudik dan arus wisata sedang bercampur baur di jalur vital Jawa Barat tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, di Nagreg pada Minggu malam, menjelaskan bahwa kepadatan mulai terjadi sejak petang.
"Seperti prediksi, kepadatan ini memang terjadi karena masih ada arus mudik yang mayoritas mudik lokal dan bercampur dengan arus wisata sehingga terlihat arus lalu lintas mulai terjadi kepadatan kendaraan karena ada hambatan di Limbangan (arah Tasikmalaya) dan Kadungora (arah Kota Garut)," ujar Eric.
Eric juga mengungkapkan kepadatan ini juga dipicu sudah mulai bergeraknya arus balik yang melintasi jalur Nagreg dengan kendaraan dari timur ke barat.
"Ini juga faktor terkait dengan sudah mulai ramainya harus balik dari arah Garut, Tasikmalaya menuju Bandung. Yang tercatat sampai pukul 18.00 WIB ada sekitar 80 ribu kendaraan melintas, sehingga terjadi kepadatan," ucapnya.
Meskipun demikian, Eric belum bisa memastikan jumlah kendaraan yang melintasi Nagreg pada Minggu ini bisa melewati jumlah kendaraan pada puncak arus mudik pada H-2 Lebaran 2026 dengan 150.716 kendaraan selama 24 jam.
"Ini kita masih pantau," tuturnya.
Dishub Kabupaten Bandung meminta kepada seluruh pelaku perjalanan baik mudik maupun balik yang melalui jalur Nagreg untuk meningkatkan kewaspadaan sehubungan dengan masih sering terjadi cuaca ekstrem di daerah tersebut.
Baca Juga: Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan
"Kewaspadaan perlu ditingkatkan pemudik karena jalur Nagreg hingga ke perbatasan Jawa Tengah atau sebaliknya memiliki kontur jalan berbukit dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam dan semakin berbahaya ketika cuaca ekstrem melanda," ujarnya.
Sebagai antisipasi, Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung itu juga mengimbau masyarakat lebih baik tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk melakukan mudik dan balik, tetapi memilih ikut mudik gratis dari berbagai instansi dan pemerintah daerah, ataupun menggunakan kendaraan umum.
Namun jika terpaksa mudik menggunakan kendaraan roda dua, lanjut dia, pemerintah meminta masyarakat menghindari bonceng tiga atau lebih dan tidak menambah bagasi di bagian belakang sepeda motor karena sangat berbahaya.
Dia juga meminta masyarakat terutama yang menggunakan sepeda motor agar tidak mudik malam hari jika melalui jalur Nagreg, karena sangat membahayakan sehubungan dengan kontur jalan yang berkelok dan berbukit dari kawasan tersebut hingga perbatasan Jawa Tengah.
Selain itu, untuk pemudik dengan kendaraan pribadi secara umum juga diingatkan untuk mempersiapkan semaksimal mungkin perjalanan mudiknya.
Persiapan yang dilakukan pada kendaraan yang akan digunakan itu meliputi mesin, kaki-kaki kendaraan, ban, lampu hingga sistem pengereman, karena sangat vital bagi keselamatan perjalanan.
Berita Terkait
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan
-
Menyambung Titik-Titik Wisata: Pentingnya Integrasi Transportasi Udara dan Industri
-
Mudik Rasa Healing! Menyisir Eksotisme Jalur Sabuk Ciletuh, Surga di Pesisir Selatan Sukabumi
-
Jalur Selatan Garut Tak Lagi Macet, Limbangan-Malangbong Kini Lancar Jaya
-
Lansia Tasikmalaya Ditelantarkan Sopir Elf, Jalan Kaki 3 Km dalam Kebingungan Demi Bisa Pulang
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara
-
Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap
-
BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan
-
Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen
-
Lewat BRI inFrame 2026, Kisah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Diabadikan dalam Bingkai Fotografi