Wakos Reza Gautama
Rabu, 25 Maret 2026 | 17:46 WIB
Ilustrasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berterima kasih kepada para wajib Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang telah memanfaatkan program diskon 10 persen selama libur Lebaran Idulfitri 2026. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menerapkan diskon PKB 10% saat Lebaran 2026, berhasil melipatgandakan pendapatan daerah tiga kali lipat.
  • Dana pendapatan pajak daerah tersebut akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan provinsi di Jawa Barat.
  • Dedi Mulyadi menyatakan apresiasi kepada para pengkritik, menganggap kritik sebagai obat penyegar mental bagi kepemimpinan pemerintahannya.

SuaraJabar.id - Kebijakan "tebar pesona" berupa diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 10 persen selama libur Lebaran Idulfitri 2026 rupanya bukan sekadar gimmick populis belaka. Jurus jitu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini terbukti ampuh menyedot animo masyarakat hingga mendatangkan cuan raksasa bagi kas daerah.

Tidak tanggung-tanggung, insentif pajak di tengah musim mudik itu sukses mendongkrak pendapatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat hingga melesat tajam tiga kali lipat dibandingkan pencapaian pada momen Lebaran tahun sebelumnya.

Atas durian runtuh tersebut, pria yang akrab dengan iket kepala Sunda ini tak henti-hentinya melontarkan apresiasi kepada warganya.

Bagi Dedi, lonjakan pembayaran pajak ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan tingginya trust issue (kepercayaan) dan kecintaan Urang Sunda terhadap mesin pembangunan yang tengah dipacunya.

“Saya haturkan terima kasih sebesar-besarnya buat para wajib pajak yang cerdas memanfaatkan fasilitas program diskon 10 persen kemarin. Pendapatannya naik gila-gilaan, tiga kali lipat daripada tahun lalu! Ini bukti sahih kecintaan masyarakat terhadap kemajuan pembangunan di Jawa Barat,” seru Dedi.

Tentu, rakyat berhak bertanya: akan lari ke mana tumpukan uang pajak triliunan rupiah tersebut? Menjawab keresahan itu, Dedi Mulyadi tak mau bertele-tele.

Ia memastikan bahwa tetesan keringat rakyat yang disetorkan melalui loket Samsat akan langsung dikembalikan dalam wujud aspal hitam yang mulus.

Berbekal suntikan bahan bakar finansial yang melimpah pasca-Lebaran, Pemprov Jabar telah menyiapkan cetak biru percepatan infrastruktur darat yang akan dieksekusi secepat kilat mulai pekan depan.

Fokus utamanya sangat membumi yakni menambal, memperbaiki, dan membangun ulang jalan-jalan provinsi yang rusak di seluruh pelosok Jawa Barat, tentu dengan perhitungan matematis sesuai kapasitas dompet daerah.

Baca Juga: Nyawa Melayang Gara-Gara Dahan Lapuk! Tragedi Dewi Bikin Ketua DPRD Pangandaran Meradang

“Mulai minggu depan, kami akan langsung 'gaspol' lagi. Ekskavator dan aspal akan turun untuk terus memuluskan jalan-jalan di seluruh pelosok Jawa Barat.

Pembangunan ini adalah bentuk balasan kami atas kecintaan yang dititipkan seluruh wajib pajak kepada Pemprov Jabar,” janjinya merinci arah kebijakan pembangunan.

Menariknya, Dedi tak hanya membahas soal anggaran dan aspal. Di ujung perbincangannya, ia menyelipkan sebuah pesan satire namun elegan yang khusus dialamatkan kepada barisan para pengkritik (haters) dan warganet (netizen).

Belakangan ini, kolom komentar media sosialnya memang kerap memanas oleh hujatan, komentar miring, hingga cibiran pedas yang menyerang kinerja maupun kehidupan pribadinya sebagai Gubernur.

Namun, alih-alih baper (bawa perasaan) atau membalas dengan pelaporan UU ITE layaknya politisi antikritik, Dedi justru melempar senyum. Ia mengibaratkan hujatan bertubi-tubi dari netizen itu layaknya resep dokter yang menyehatkan mental kepemimpinannya.

“Saya juga mau secara khusus berterima kasih pada kawan-kawan yang setiap hari rajin nyinyir dan ngritik saya dengan berbagai macam argumentasi. Nuhun pisan (Terima kasih banyak). Saya dikritik itu rasanya persis seperti dikasih minum obat setiap hari. Pahit rasanya di mulut, tapi Insya Allah obat itu justru yang membuat saya sehat dan kuat,” selorohnya.

Load More