Wakos Reza Gautama
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:47 WIB
pencari kerja di Kota Banjar, Jawa Barat, mulai mengajukan permohonan kartu pencari kerja (AK-1) di Kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) Kawasan Perkantoran Purwaharja, Jumat (27/3/2026). [harapanrakyat.com]
Baca 10 detik
  • Pencari kerja di Kota Banjar mengalami lonjakan signifikan di Mall Pelayanan Publik usai Lebaran 2026.
  • Peningkatan permohonan kartu kuning (AK-1) tercatat 94 sejak Januari, ditujukan ke pasar domestik dan luar negeri.
  • Disnaker berkomitmen mempercepat administrasi dan memberikan pembekalan protektif bagi calon Pekerja Migran Indonesia.

SuaraJabar.id - Gema takbir baru saja berlalu, namun euforia Lebaran bagi sebagian warga Kota Banjar segera berganti dengan deru semangat mencari nafkah.

Sepekan usai hari raya, suasana di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kawasan Perkantoran Purwaharja mendadak sibuk. Bukan untuk urusan mudik, melainkan perburuan "kartu sakti" bernama AK-1 atau kartu kuning.

Jumat (27/3/2026) pagi, deretan kursi tunggu mulai terisi. Map-map berisi dokumen terselip di ketiak para pemuda dan orang dewasa yang berharap nasib lebih baik di tahun yang baru ini.

Fenomena ini menandai dimulainya siklus rutin pasca-Lebaran: lonjakan pencari kerja yang siap mengadu nasib, baik di dalam negeri maupun menyeberang samudera.

Di antara kerumunan itu, tampak Maya, seorang warga Banjar yang tampil percaya diri. Berbeda dengan pemula yang nampak cemas, Maya sudah memiliki pandangan yang tajam. Baginya, kartu kuning ini adalah tiket menuju babak keempat petualangannya di Taiwan.

"Rencananya mau ke Taiwan lagi. Ini sudah yang keempat kalinya saya bekerja di sana," ujar Maya mantap saat berbincang dengan wartawan.

Bagi Maya, menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukan lagi hal yang menakutkan. Jam terbang selama tiga tahun di Negeri Formosa telah menempanya menjadi pribadi yang tangguh.

Kepastian perusahaan dan pembekalan yang matang membuatnya tak ragu untuk kembali berangkat meski harus berpisah jarak dengan tanah kelahiran.

Tren "jemput bola" pekerjaan ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnaker Kota Banjar, Moh. Rijal Mokodompit. Menurutnya, grafik permohonan kartu AK-1 meroket tajam tepat setelah libur Lebaran usai.

Baca Juga: Maling Spesialis Hantui Petani Pamarican: Hanya Butuh Sejam, Tiga Mesin Traktor Raib Digasak

“Cukup meningkat. Tercatat dari Januari hingga setelah Lebaran ini sudah ada 94 permohonan. Tujuannya beragam, ada yang membidik pasar kerja dalam negeri, tapi tidak sedikit juga yang mengincar peluang di luar negeri,” ungkap Rijal.

Rijal menyadari bahwa kecepatan adalah kunci. Di tengah persaingan kerja yang ketat, administrasi tidak boleh menjadi penghambat.

Pihak Disnaker berkomitmen mempercepat proses penerbitan kartu kuning agar para pemburu kerja bisa segera mengirimkan lamaran mereka.

Namun, pemerintah tak ingin sekadar melepas warga ke luar negeri tanpa perlindungan. Rijal menekankan pentingnya pembekalan, terutama bagi calon PMI.

Pengalaman-pengalaman pahit di masa lalu dijadikan bahan evaluasi agar warga Banjar yang bekerja di mancanegara tetap aman dan sejahtera.

“Pembekalan tetap kami minta kepada mereka. Kami mengevaluasi berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Ini bentuk proteksi kami agar mereka tidak hanya berangkat, tapi juga sukses dan pulang dengan selamat,” tegasnya.

Load More