Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini mulai memberikan dampak ke sektor manufaktur plastik di kawasan Cibuntu, Kota Bandung, Jawa Barat. Saat ini, biaya produksi plastik naik hingga dua kali lipat. [harapanrakyat.com]
Baca 10 detik
- Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyebabkan kenaikan biaya produksi plastik di Kawasan Industri Cibuntu hingga dua kali lipat.
- Harga biji plastik impor melonjak tajam dari kisaran normal Rp30.000–Rp40.000 menjadi lebih dari Rp50.000 per kilogram.
- Kenaikan biaya bahan baku memaksa pabrik menaikkan harga jual, yang berujung pada penurunan volume pembelian oleh konsumen.
Kini, para pelanggan mulai memangkas volume pembelian mereka. Bagi mereka, kantong plastik atau produk manufaktur plastik lainnya kini menjadi barang yang "mahal".
“Konsumen banyak yang mengeluhkan soal harga. Tapi kami juga tidak punya jalan lain. Belum ada pemasok biji plastik yang lebih murah,” pungkas Riska menutup pembicaraan.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Krisis Bahan Baku Impor, Biaya Produksi Plastik di Cibuntu Naik 100 Persen Akibat Konflik Global"
Berita Terkait
-
Berkah di Balik Hiruk Pikuk Idul Fitri: Ribuan Langkah Wisatawan Mempertebal Kantong PAD Ciamis
-
Oase di Balik Pagar Bandung Zoo: Saat Masalah Kesejahteraan Satwa dan Pegawai Ada Titik Terang
-
Gagal Kendali di Kecepatan Tinggi: Drama Kecelakaan Truk Air Mineral di Jalur Cimaragas
-
Menuju Wisata Pangandaran Kelas Dunia: Saat Hello dan Welcome Menjadi Kunci Masa Depan
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bersama Semangat Earth Hour, BRI Percepat Transformasi Berkelanjutan
-
Hening di Kampung Kubang: Teka-teki Garis Kuning yang Membelit Proyek Mangkrak SMAN 1 Cibitung
-
Satu Detik Penentu Nasib: Drama Truk Terguling di Balik Rimbunnya Jalur Cisurupan Garut
-
Peluru di Teheran, Luka di Cibuntu: Saat Perang Global Menjerat Napas Industri Plastik Bandung
-
Dari Alam ke Ekonomi Desa, Program BRI Desa BRILiaN Angkat Potensi Desa Tugu Selatan