- Program Gift of Hope & Donasi Buku 2.0 diselenggarakan di Sedayu City Kelapa Gading sejak 15 Maret hingga 15 Mei 2026.
- Masyarakat mendonasikan buku serta alat tulis di berbagai titik ruang publik untuk mendukung pendidikan anak-anak panti asuhan setempat.
- Gerakan kolektif ini berhasil mengintegrasikan aksi sosial ke dalam rutinitas belanja pengunjung di kawasan gaya hidup masyarakat urban.
SuaraJabar.id - Aktivitas berbagi kini tak lagi identik dengan momen tertentu. Di tengah gaya hidup masyarakat urban yang dinamis, muncul tren baru yang memadukan kepedulian sosial dengan aktivitas sehari-hari.
Salah satunya terlihat dalam program Gift of Hope – Donasi Buku 2.0 yang digelar di Sedayu City Kelapa Gading.
Program yang berlangsung sejak 15 Maret hingga 15 Mei 2026 ini menghadirkan cara sederhana bagi masyarakat untuk berkontribusi, yakni dengan menyumbangkan buku dan alat tulis di sejumlah titik seperti Old Shanghai, Grand Waterfront, Suite Life, dan Kampoeng Seafood. Dari ruang-ruang publik tersebut, lahir gerakan kolektif yang perlahan mengubah kebiasaan, dari sekadar konsumsi menjadi aksi berbagi.
Fenomena ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang sengaja membeli buku baru untuk didonasikan. Bagi mereka, berbagi kini menjadi bagian dari pengalaman berkunjung yang lebih bermakna.
Maria Tan (32), misalnya, mengaku menyempatkan diri membeli buku sebelum memasukkannya ke dalam drop box donasi.
“Saya pilih Harry Potter dan Batu Bertuah sama Ensiklopedia Sains Anak. Selain seru, buku ini bisa bikin anak-anak belajar tanpa merasa dipaksa,” ujarnya.
Menurut Michelle, membaca dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuka cara berpikir anak-anak terhadap dunia di sekitarnya.
Hal serupa dilakukan oleh pasangan muda Reza (30) dan Nadya (28). Keduanya terlihat membawa beberapa buku pelajaran yang masih baru, lengkap dengan sampul plastik yang belum dibuka.
“Kami donasikan Bahasa Inggris SMA dan Fisika Dasar. Semoga bisa bantu mereka mengejar pelajaran dan punya peluang yang sama seperti kita,” kata Reza.
Baca Juga: Demokrasi Indonesia Terancam? Studi Terbaru Ungkap Fakta Mengejutkan
Nadya menambahkan, pendidikan merupakan fondasi utama untuk mengubah masa depan seseorang, sehingga akses terhadap buku harus diperluas.
Di sisi lain, tidak sedikit pengunjung yang memilih menyumbangkan alat tulis sebagai bentuk kontribusi yang tak kalah penting. Bagi sebagian orang, langkah ini dinilai lebih praktis namun tetap berdampak langsung.
“Saya fokus ke alat tulis, beli buku tulis, pulpen, sama pensil warna. Karena belajar itu dimulai dari hal paling dasar,” ujar Nadya.
Tren ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat terhadap kegiatan sosial. Jika sebelumnya donasi sering dianggap sebagai aktivitas formal, kini ia hadir lebih dekat, lebih fleksibel, dan menjadi bagian dari rutinitas.
Lebih jauh, gerakan ini juga memperlihatkan bahwa ruang publik seperti kawasan lifestyle dapat berperan sebagai medium perubahan sosial. Di tempat yang sama orang menikmati waktu luang, kini mereka juga dapat berbagi harapan.
Melalui buku yang didonasikan, anak-anak panti asuhan tidak hanya mendapatkan bahan bacaan, tetapi juga kesempatan untuk melihat dunia yang lebih luas, tentang ilmu, mimpi, dan kemungkinan yang sebelumnya terasa jauh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Saat Berbagi Jadi Gaya Hidup: Donasi Buku Jadi Tren Positif Warga Urban
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Global Pegadaian-SMBC untuk Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan
-
Sentuh Hati Masyarakat, Lapas Cibinong Hadirkan Bantuan Sosial di Momen Hari Bakti Pemasyarakatan
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Tak Perlu KTP Pemilik Pertama, Cukup STNK!
-
Hanya 18 Jemaah Asal Kota Sukabumi yang Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini, Ada Apa?