- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan harga MinyaKita di mitra Bulog tetap stabil sesuai HET Rp15.700 per liter.
- Harga MinyaKita di pasar bebas Kota Bandung melonjak hingga Rp21.000 akibat terbatasnya pasokan distribusi melalui jalur Bulog.
- Pemerintah Kota Bandung mengerahkan Disdagin serta aparat keamanan untuk memperluas kemitraan pedagang dan mencegah praktik penimbunan minyak goreng.
SuaraJabar.id - Harga minyak goreng Minyakita di Kota Bandung, Jawa Barat mengalami peningkatan saat ini. Hal tersebut menjadi perhatian khusus dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Farhan memastikan harga minyak goreng merek MinyaKita, yang dijual pedagang mitra Bulog, sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
"Distribusi yang melalui Bulog tetap dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter dan tersedia di mitra ritel resmi, yang ditandai dengan poster," katanya, Selasa (21/4/2026).
Farhan mengakui harga MinyaKita di luar jaringan Bulog mengalami kenaikan mengikuti mekanisme pasar.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga di pasaran berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.
Ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena skema distribusi MinyaKita terbagi menjadi dua jalur, yakni sekitar 30 persen melalui Bulog dan 70 persen melalui pasar bebas.
Berdasarkan data, kebutuhan minyak goreng di Kota Bandung mencapai sekitar 13.500 karton per minggu, dengan sekitar 4.500 karton dipasok oleh Bulog dan sisanya berasal dari distributor pasar bebas.
Pemkot Bandung menilai keterbatasan pasokan dari Bulog menjadi salah satu faktor belum optimalnya stabilisasi harga, terutama saat terjadi gangguan distribusi di pasar.
"Kami melihat di lapangan harga bervariasi karena mengikuti mekanisme pasar,” katanya.
Baca Juga: Polres Cianjur Buru Bandar Besar Inisial I, Pemasok Sabu 1 Kg ke Wilayah Karangtengah
Oleh karena itu, Farhan berencana menurunkan petugas dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) untuk membantu pedagang dalam proses administrasi agar dapat bergabung sebagai mitra Bulog.
Di sisi lain, pengawasan distribusi juga diperkuat melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, kepolisian, dan TNI untuk mencegah praktik penimbunan.
"Operasi pengawasan terus dilakukan untuk memastikan suplai lancar dan tidak ada penimbunan," kata dia. [Antara].
Berita Terkait
-
Polres Cianjur Buru Bandar Besar Inisial I, Pemasok Sabu 1 Kg ke Wilayah Karangtengah
-
Buntut Bayi Nyaris Tertukar, Keluarga Pasien Resmi Laporkan Perawat RSHS Bandung ke Polda Jabar
-
Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 20-25 April 2026: Cek Lokasi, Syarat, Cara Perpanjang SIM
-
Resmi Naik! Harga Elpiji 12 Kg Jadi Rp228 Ribu dan 5,5 Kg Jadi Rp107 Ribu Mulai 18 April 2026
-
Dedi Mulyadi Minta Alih Fungsi Sawah di Bandung Dihentikan Total
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama