- Direktorat PPA dan PPO Polri resmi menetapkan Ustadz SAM sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap santri laki-laki.
- Lima orang santri laki-laki menjadi korban pelecehan yang terjadi di berbagai kota di Indonesia serta Mesir.
- Tersangka diduga melakukan intimidasi dan upaya suap untuk menghalangi proses hukum terhadap kasus yang dilaporkan November 2025.
SuaraJabar.id - Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan figur publik, Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry), kembali menggegerkan publik. Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polri telah resmi menetapkan Ustadz SAM sebagai tersangka.
Penetapan ini merupakan hasil dari gelar perkara dan serangkaian proses penyidikan yang dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap para korban.
Berikut adalah 5 fakta mencengangkan yang terungkap dari kasus dugaan pelecehan seksual Ustadz SAM:
1. Ustadz SAM Resmi Tersangka Setelah Gelar Perkara Penyidik
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengonfirmasi status ini. "Berdasarkan pelaksanaan gelar perkara, penyidik telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka,” kata Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dilansir dari Antara.
Penetapan tersangka ini menjadi bukti bahwa penyidik telah memiliki bukti permulaan yang cukup kuat untuk menduga Ustadz SAM melakukan tindak pidana pelecehan seksual.
2. 5 Santri Laki-laki Jadi Korban, Alami Trauma Berat
Kasus ini bermula dari laporan ke Bareskrim Polri pada bulan November 2025. Jumlah korban yang terungkap sangat memprihatinkan.
"Ustadz SAM dilaporkan atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki."
Baca Juga: Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
Kuasa hukum para korban, Achmad Cholidin, menegaskan bahwa perbuatan yang diduga dilakukan SAM itu membuat para korbannya mengalami trauma berat. Pelecehan seksual, terutama yang dilakukan oleh figur yang dihormati, dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam dan sulit disembuhkan.
3. Adanya Dugaan Intimidasi dan Upaya Suap untuk Mencabut Kasus!
Proses hukum kasus ini ternyata tidak berjalan mulus. Ada indikasi kuat upaya untuk menghalang-halangi proses hukum dan membungkam korban.
"Ada ancaman, bahkan korban yang ada di Mesir juga untuk tidak membuka perkara ini semuanya. Ada juga mencoba memberikan dana supaya ini tidak berlanjut, baik oleh terduga ataupun utusannya," kata Achmad Cholidin.
Dugaan intimidasi dan upaya suap ini adalah bentuk pelanggaran hukum serius yang dapat memperberat hukuman pelaku dan menuntut penyelidikan tambahan.
4. Berulang Sejak 2021, Sempat Minta Maaf Tapi Kembali Berulah pada 2025
Berita Terkait
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Lahan 10 Hektare Dikunci! Pemkab Sukabumi Siapkan Pusat Pemerintahan Baru di Utara
-
Data Pribadi Dicatut, Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi Terjebak Kredit Macet
-
5 Fakta Terbaru Pemekaran Sukabumi Utara: Infrastruktur Siap, Pusat Jadi Kunci Utama
-
Bela Kurir! Dipaksa Talangi COD, RS Malah Dituntut Rp8 Juta oleh Oknum yang Mengaku Pengacara
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur