- Warga Kayumanis, Kota Bogor, memasang spanduk penolakan keras terhadap rencana pembangunan fasilitas PSEL di wilayah permukiman mereka.
- Masyarakat mengkhawatirkan dampak kesehatan dan lingkungan akibat pembangunan PSEL karena minimnya pemahaman serta sosialisasi dari pemerintah.
- DPRD Kota Bogor mendesak Pemkot agar melakukan sosialisasi lebih masif terkait teknologi PSEL kepada seluruh masyarakat terdampak.
SuaraJabar.id - Gejolak rencana Pemerintah Kota Bogor untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, kini semakin memanas.
Gelombang penolakan dari masyarakat setempat terus berlanjut, dan kali ini, warga menunjukkan keseriusan mereka dengan aksi nyata: memasang banner-banner penolakan di lingkungan permukiman.
Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan, terlihat sejumlah banner bertuliskan 'WARGA RW11 MENOLAK KERAS PEMBANGUNAN PSEL...!' terbentang di atas pohon yang diikat oleh warga.
Kehadiran banner ini menjadi bukti fisik dari penolakan yang datang langsung dari akar rumput masyarakat.
Banner penolakan tersebut terpasang di RW 11 Kampung Lamping, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor baru-baru ini.
Tulisan penolakan pembangunan PSEL di Kota Bogor itu jelas dan tegas, menunjukkan bahwa warga sangat serius dengan wacana Pemkot Bogor yang akan membangun fasilitas energi sampah di Kayumanis tersebut.
Ini bukan sekadar keluhan lisan, melainkan manifestasi dari kekhawatiran mendalam yang telah memuncak.
Untuk diketahui, meskipun MoU dari Pemerintah Pusat antara Kota Depok dan Kota Bogor sudah selesai, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, menegaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis harus dilakukan lebih gencar dan menyeluruh.
Ia mengingatkan Pemkot Bogor untuk memastikan warga benar-benar menerima manfaat dan memahami teknologi PSEL ini.
Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Bogor Gencarkan Sosialisasi PSEL Kayumanis Usai Ditolak Emak-emak
Sebelumnya, warga Kayumanis, terutama para emak-emak, telah menyuarakan penolakan keras terhadap rencana pembangunan PSEL karena kekhawatiran dampak kesehatan dan lingkungan, serta merasa minimnya sosialisasi.
Ahmad Aswandi mengonfirmasi bahwa dalam pertemuan di Balai Kota beberapa waktu lalu yang mengundang perwakilan tokoh-tokoh masyarakat dan anggota dewan dapil Tanah Sareal, pihak DPRD telah mengingatkan eksekutif atau Pemkot Bogor.
"Memang MoU dari pusatnya sudah selesai dari Kota Depok dan Kota Bogor, cuma kita mengingatkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis yang akan digunakan untuk PSEL itu diundang ke Balai Kota, mereka sosialisasi pertama diundang juga dewan-dewan dapil Tanah Sareal, lagi-lagi kita mengingatkan kepada eksekutif atau pemerintah dalam hal ini untuk tadi melaksanaan sosialisasi ke warga benar-benar menerima manfaatnya dari warga," ujar Ahmad Aswandi, kepada wartawan belum lama ini.
Meskipun dalam pertemuan tersebut perwakilan tokoh-tokoh tidak keberatan, mereka tetap meminta sosialisasi yang lebih luas lagi di wilayah yang melibatkan banyak stakeholder atau masyarakat umum.
Ahmad Aswandi memahami mengapa masyarakat masih memiliki kekhawatiran. "Dulu kan sistem tempat pembuangan sampah yang dibenak pikiran masyarakat bau sampah kotor bau," katanya.
Untuk diketahui, kata dia PSEL adalah teknologi modern yang jauh berbeda dari TPA konvensional. PSEL mengolah sampah menjadi energi listrik melalui proses yang seharusnya lebih higienis dan terkontrol, meminimalkan bau dan dampak lingkungan.
Berita Terkait
-
DPRD Minta Pemkot Bogor Gencarkan Sosialisasi PSEL Kayumanis Usai Ditolak Emak-emak
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Longsor hingga Banjir Lintasan Terjang Bogor, 20 Rumah Warga Terendam
-
Resmi Ditutup! Plt Bupati Bekasi Segel TPS Ilegal Sriamur yang Beroperasi Belasan Tahun
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Dugaan Penipuan dan Penculikan Mahasiswi Tasikmalaya, Polres Dalami Keterlibatan Oknum ASN
-
KPK Duga Oknum Polisi Yayat 'Lippo' Miliki Belasan Aset Mewah Tersebar di Jabar hingga Jakarta
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat