Galih Prasetyo
Minggu, 17 Mei 2026 | 09:15 WIB
Gus Miftah, Gus Yusuf, dan KH Imam Jazuli mengikuti PMKNU.
Baca 10 detik
  • KH Imam Jazuli menekankan pentingnya kader Nahdlatul Ulama menguasai teknologi, organisasi, dan kepemimpinan di era perubahan global yang cepat.
  • Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama di Cirebon pada Sabtu (16/5/2026) menjadi wadah strategis penguatan kapasitas kader muda organisasi tersebut.
  • Kader NU diharapkan menjadi teknokrat spiritual yang mampu mengintegrasikan nilai pesantren dengan kompetensi modern untuk memberikan solusi bagi masyarakat.

SuaraJabar.id - Imam Jazuli menegaskan pentingnya Nahdlatul Ulama melahirkan generasi baru yang tidak hanya kuat dalam nilai spiritual dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan teknologi, organisasi, dan kepemimpinan.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026).

Dalam forum kaderisasi tersebut, KH Imam Jazuli hadir bersama Ipang Wahid dan Miftah Maulana Habiburrahman sebagai narasumber.

Ia menilai tantangan zaman saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan kemampuan keagamaan semata.

Menurutnya, NU membutuhkan kader yang mampu menjadi penghubung antara nilai-nilai pesantren dengan kebutuhan masyarakat modern.

Generasi muda NU dinilai harus siap menghadapi perubahan global yang bergerak sangat cepat.

“Ke depan kita membutuhkan lebih banyak teknokrat spiritual. Orang-orang yang kuat akhlaknya, kuat nilai agamanya, tetapi juga kompeten dalam teknologi, organisasi, dan kepemimpinan,” kata KH Imam Jazuli.

Ia menuturkan pesantren sebenarnya memiliki modal besar untuk melahirkan generasi tersebut.

Tradisi pendidikan pesantren dinilai telah terbukti membangun karakter, kedisiplinan, adab, dan ketahanan mental para santri.

Baca Juga: Hilal Tidak Terlihat di Jawa Barat, Puasa 1 Ramadan 1447 H Hari Kamis?

Namun demikian, kemampuan santri juga perlu diperkuat dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Mulai dari literasi digital, manajemen, komunikasi, hingga pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting yang harus dikuasai generasi muda NU.

KH Imam Jazuli menyebut PMKNU menjadi ruang strategis untuk mempertemukan nilai dasar ke-NU-an dengan wawasan kepemimpinan modern.

Melalui forum itu, kader muda NU didorong menjadi generasi yang adaptif, progresif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ia berharap kader NU ke depan mampu memberi kontribusi lebih luas di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga teknologi dan kebangsaan.

“NU harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya alim, tetapi juga mampu hadir memberi solusi di tengah perubahan dunia yang sangat cepat,” tegasnya.

Load More