- Bupati Sukabumi Asep Japar menyatakan pembangunan Masjid Al Afghani tertunda sejak 2020 akibat keterbatasan alokasi anggaran pemerintah daerah.
- Proyek di Kecamatan Nyalindung tersebut telah menghabiskan dana sekitar Rp3,6 miliar namun kondisinya belum selesai dan tidak terawat.
- Publik serta anggota DPRD menuntut transparansi dan audit terkait penggunaan dana serta kelanjutan proyek pembangunan masjid tersebut.
SuaraJabar.id - Bupati Sukabumi, Asep Japar, akhirnya angkat bicara menanggapi sorotan publik terhadap proyek pembangunan Masjid Al Afghani yang hingga kini belum kunjung rampung. Asep menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah proyek mangkrak sebagaimana persepsi yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, belum selesainya bangunan masjid tersebut murni disebabkan oleh kendala teknis terkait keterbatasan alokasi anggaran pada saat proses pembangunan berjalan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Asep Japar menekankan pentingnya meluruskan istilah "mangkrak". Ia menjelaskan bahwa sebuah proyek disebut mangkrak jika ditinggalkan tanpa alasan jelas, sementara Masjid Al Afghani statusnya adalah pembangunan yang tertunda karena pembiayaan yang belum mencukupi.
“Bukan mangkrak ya, tapi belum teranggarkan secara penuh. Waktu itu kan anggarannya tidak cukup, makanya kita tidak bisa membiayai sepenuhnya,” ujar Asep Japar dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Senin (18/5/2026).
Lebih lanjut, Asep mengungkapkan bahwa tantangan anggaran ini tidak hanya berdampak pada sarana keagamaan saja. Beberapa proyek infrastruktur strategis lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mengalami nasib serupa, termasuk sejumlah gedung perkantoran dinas.
“Itu kan salah satu yang harus diselesaikan, bukan hanya masjid saja tapi juga beberapa bangunan perkantoran milik Pemkab Sukabumi juga ada yang kondisinya serupa,” tambahnya.
Masjid Al Afghani Mangkrak
Berdiri megah di tepi Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten, Masjid Al Afghani di Kampung Cisayar, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi sorotan tajam.
Meski kubahnya menjulang mencolok dan telah menelan anggaran miliaran rupiah, bangunan tersebut hingga Mei 2026 terpantau mangkrak dan belum bisa digunakan untuk ibadah.
Baca Juga: Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
Kondisi kontras antara kemegahan eksterior dan ketidakterurusan bangunan memicu kritik keras dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis hingga anggota legislatif.
Pantauan SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, di lokasi pada Sabtu (16/5/2026) menunjukkan struktur utama masjid memang sudah berdiri kokoh.
Namun, sejumlah bagian interior masih jauh dari kata rampung. Beberapa tiang dan tembok bangunan belum diplester secara menyeluruh, menyisakan pemandangan material yang belum tuntas.
Suasana di sekitar lokasi tampak sepi tanpa aktivitas perawatan. Ironisnya, halaman depan masjid yang seharusnya bersih kini dipenuhi rumput liar setinggi lutut orang dewasa.
Hal yang lebih mengejutkan adalah sikap warga sekitar yang enggan memberikan komentar saat ditanya mengenai kondisi masjid tersebut, seolah ada tabir sensitivitas yang menyelimuti proyek ini.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sukabumi, pembangunan masjid ini dilakukan secara bertahap melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dengan perincian sebagai berikut:
Berita Terkait
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Kebakaran Hebat di Tegalbuleud: Madrasah Ludes, Puluhan Kitab Suci dan Al-Quran Ikut Terbakar
-
Telan Rp3,5 Miliar tapi Mangkrak, Proyek Masjid Al Afghani Sukabumi Didesak Stop
-
Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa
-
Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel
-
Jejak Garang Spesialis Reserse, Irjen Hengki Resmi Duduki Kursi Kapolda Jabar
-
Dedi Mulyadi Hentikan Proyek Data Center Rp3,5 T: IMB dan Amdal Belum Beres, Kok Bisa?
-
Ini Daftar Lengkap Kapolda, Wakapolda hingga Dirreskrimum Baru