- Puskesmas Cisarua di Kabupaten Bogor menerima ulasan negatif yang menyebabkan penurunan rating layanan pada pertengahan Mei 2026.
- Masyarakat mengeluhkan sikap petugas yang tidak ramah, proses rujukan yang rumit, serta antrean pasien yang tidak efisien.
- Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan tersebut.
SuaraJabar.id - Kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan tengah menjadi sorotan tajam. Puskesmas Cisarua, salah satu fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemerintah Kabupaten Bogor, menjadi perbincangan hangat setelah mendapatkan rentetan ulasan negatif dari masyarakat di platform Google Review.
Berdasarkan pantauan hingga Minggu (17/5/2026), rating Puskesmas Cisarua tercatat berada di angka 3,8 dari 5 bintang. Meski mulai merangkak naik, angka ini sempat anjlok ke titik mengkhawatirkan yakni 3,3 bintang pada Jumat (15/5/2026) lalu.
Penurunan rating yang signifikan tersebut dipicu oleh keresahan pengguna layanan yang merasa tidak puas.
Berdasarkan aspek Experience (Pengalaman) pengguna, terdapat beberapa poin utama yang dikeluhkan oleh warga di kolom komentar.
Banyak ulasan menyebut petugas di loket pendaftaran maupun ruang pemeriksaan bersikap kurang ramah atau "jutek".
Kemudian, warga merasa proses pengurusan rujukan memakan waktu lama dan prosedur yang administratifnya membingungkan.
Lalu antrean pasien yang membludak dinilai tidak dibarengi dengan kecepatan pelayanan yang memadai.
"Pelayanan di loket sangat tidak nyaman, petugas kurang responsif dan terkesan tidak mau membantu," tulis salah satu pengguna dalam ulasannya baru-baru ini.
Melihat gelombang kritik yang masif di dunia maya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor tidak tinggal diam. Sebagai bentuk Authoritativeness (Otoritas) lembaga, Dinkes segera mengambil langkah taktis untuk menjaga marwah pelayanan kesehatan di wilayah Puncak tersebut.
Baca Juga: Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh.
“Dinas Kesehatan langsung mengadakan penelusuran dan evaluasi terhadap keluhan masyarakat atas pelayanan petugas di Puskesmas Cisarua,” tegas dr. Fusia Meidiawaty, dilansir dari MetroBogor -jaringan Suara.com, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, langkah evaluasi dilakukan agar kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, Dinkes juga memastikan akan memberikan pembinaan apabila ditemukan adanya pelayanan yang tidak sesuai prosedur.
“Dan tentunya kami akan melakukan pembinaan bila ditemukan terdapat pelayanan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya,” katanya.
Kepala Puskesmas Akui Ada Keluhan dari Masyarakat
Puskesmas Cisarua sendiri diketahui telah dipimpin oleh dr Eulis Irma Khumairoh selama lebih dari sembilan tahun.
Berita Terkait
-
Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
-
Sebelum Bangun Jalan Khusus, Dedi Mulyadi Evaluasi Total Nasib Tambang di Bogor
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Dedi Mulyadi Targetkan Jalur Puncak II Bisa Digunakan Masyarakat Tahun 2027
-
Tunduk ke Pemprov Jabar, Pemkab Bogor Pastikan Hanya Tambang Legal yang Boleh Beroperasi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum BRI Peduli di NTT
-
Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran
-
Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka
-
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas
-
Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan