- Polres Bogor mengklarifikasi prosedur pemeriksaan saksi kasus perzinahan di Babakan Madang pada Mei 2026 guna meluruskan informasi viral.
- Penyidik mendatangi rumah saksi untuk memenuhi petunjuk Jaksa dan melengkapi berkas perkara dengan pendampingan Ketua RT setempat.
- Proses pemeriksaan terhambat setelah saksi merobek dokumen BAP akibat instruksi kuasa hukum tersangka saat proses berlangsung.
SuaraJabar.id - Rekaman video penyidik Polres Bogor yang mendatangi rumah seorang saksi di Babakan Madang mendadak viral dan memicu perdebatan mengenai prosedur hukum.
Pihak kuasa hukum tersangka sempat menyebut aksi tersebut nonprosedural.
Guna meluruskan simpang siur informasi, Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, memberikan penjelasan resmi.
Berikut adalah 7 fakta kunci untuk memahami duduk perkara tersebut:
1. Bermula dari Kasus Perzinahan dan "Kumpul Kebo"
Kasus ini berawal dari laporan seorang istri berinisial A pada Maret 2026. Ia melakukan penggerebekan terhadap suaminya yang tengah bersama wanita lain di sebuah rumah di Babakan Madang.
Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 411 dan 412 KUHP mengenai perzinahan dengan ancaman 6 bulan penjara.
2. Adanya Mandat dari Jaksa (P19)
Penyidik mendatangi saksi bukan tanpa alasan. Berkas perkara ini sudah masuk tahap satu di Kejaksaan. Namun, Jaksa memberikan petunjuk (P19) agar penyidik memeriksa saksi yang diduga menikahkan para tersangka secara siri. Pemeriksaan saksi ini bersifat wajib untuk melengkapi berkas hukum.
Baca Juga: Viral Video Pemeriksaan Saksi di Rumah, Polres Bogor: Sesuai Prosedur dan Mandat Jaksa
3. Kehadiran Penyidik Didampingi Ketua RT
Sebagai bentuk transparansi dan kepatuhan terhadap norma lingkungan, penyidik mendatangi rumah saksi dengan didampingi oleh Ketua RT setempat. Hal ini membantah tuduhan adanya tindakan intimidasi atau kunjungan "gelap" tanpa sepengetahuan otoritas lingkungan.
4. Kesepakatan "Jemput Bola" dan Kesediaan Saksi
Meskipun jadwal pemanggilan resmi tertera tanggal 25 Mei 2026, penyidik datang lebih awal pada 22 Mei untuk mengantarkan surat tersebut. Berdasarkan keterangan polisi, saksi mengaku sibuk dan justru menawarkan secara sukarela agar pemeriksaan dilakukan di rumahnya saat itu juga demi mempercepat proses.
5. Dasar Hukum Pemeriksaan di Luar Kantor
AKP Silfi menegaskan bahwa pengambilan keterangan di rumah saksi memiliki payung hukum yang jelas dalam KUHP baru.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Video Pemeriksaan Saksi di Rumah, Polres Bogor: Sesuai Prosedur dan Mandat Jaksa
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg dan Tanjungsari Bogor Disegel
-
Tak Pakai Rompi Tahanan dan Bawa Mobil Pribadi, Sidang Kasus Kepabeanan di PN Cibinong Disorot
-
Sering Dikeluhkan Warga di Medsos, Dinkes Bogor Ancam Beri Sanksi Puskesmas Cisarua
-
Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain