- Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, akan mengawasi ketat program PPDB Sekolah Maung dan subsidi sekolah swasta gratis.
- Program sekolah swasta gratis bertujuan membantu siswa kurang mampu yang tidak diterima di SMA atau SMK negeri.
- DPRD menuntut Pemprov Jawa Barat menjamin kelancaran pencairan dana bantuan agar tidak membebani operasional sekolah serta orang tua murid.
SuaraJabar.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal ketat dua program primadona dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, yakni Sekolah Maung dan subsidi sekolah swasta gratis.
Langkah ini diambil guna memastikan intervensi anggaran pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat prasejahtera tanpa hambatan birokrasi.
Iwan memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat agar skema bantuan ini tidak sekadar manis di atas kertas, namun terkendala saat eksekusi pencairan dana.
Program sekolah swasta gratis dihadirkan sebagai solusi atas terbatasnya kuota sekolah negeri di Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jabar, daya tampung SMA/SMK Negeri hanya mencapai 363.067 kursi, sementara kapasitas sekolah swasta jauh lebih besar yakni 546.116 kursi.
Iwan Suryawan meminta jaminan agar proses pencairan subsidi ke sekolah swasta mitra berjalan lancar. Ia tidak ingin keterlambatan administrasi di tingkat pemerintah justru membebani orang tua murid.
"Kami akan melototi jalannya program sekolah swasta gratis ini untuk warga kurang mampu. Jangan sampai ada cerita anak miskin ditagih bayaran oleh sekolah swasta karena uang subsidi dari pemerintah daerah telat cair. Ini yang harus kita jaga bersama," tegas Iwan Suryawan Minggu (31/5/2026).
Iwan menilai langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebetulnya sudah bagus untuk mengatasi kekurangan bangku sekolah negeri. Namun, program yang bagus bisa saja gagal di lapangan kalau tidak diawasi dengan ketat oleh DPRD.
Salah satu program yang sedang jadi pusat perhatian adalah jalur Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul). Program buatan pemerintah ini fokus pada pendidikan karakter dan kedisiplinan, yang dimasukkan ke beberapa SMA dan SMK negeri pilihan.
Menurut data Dinas Pendidikan Jawa Barat, jalur khusus Sekolah Maung ini menyediakan kuota sebanyak 21.000 bangku. Program ini bisa jadi pilihan bagus buat anak-anak yang ingin dapat pendidikan karakter yang kuat.
Baca Juga: PPDB Jabar Harus Transparan: Semua Calon Siswa Punya Hak Sama, Stop Praktik Curang!
Tapi, kuota 21.000 itu tentu belum cukup menampung semua anak. Karena bangku sekolah negeri cuma ada 363.067, sisa anak yang tidak diterima terpaksa dialihkan ke sekolah swasta yang punya kapasitas 546.116 bangku.
Biar orang tua tidak pusing memikirkan biaya, pemerintah membuat program sekolah swasta gratis. Program ini diberikan khusus untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu yang terlempar dari jalur zonasi sekolah negeri.
Iwan Suryawan mendukung penuh ide sekolah swasta gratis ini, tapi dia memberi peringatan keras. Dia minta proses pencairan uang bantuan dari pemerintah ke sekolah swasta mitra jangan sampai telat atau ribet.
Sebab, kalau uang bantuan dari pemerintah pusat atau daerah terlambat turun, sekolah swasta akan kesulitan membiayai operasional mereka sehari-hari di awal tahun ajaran.
"Jangan sampai ada cerita anak miskin ditagih bayaran oleh sekolah swasta karena uang subsidi dari pemerintah daerah telat cair. Ini yang harus kita jaga bersama," kata politisi dari PKS tersebut.
Iwan menambahkan, sekolah swasta punya peran yang sangat besar untuk menampung anak-anak yang tidak masuk negeri. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah dan sekolah swasta harus didasari rasa saling percaya dan jujur soal keuangan.
Berita Terkait
-
PPDB Jabar Harus Transparan: Semua Calon Siswa Punya Hak Sama, Stop Praktik Curang!
-
Daftar 41 SMA/SMK Negeri yang Berubah Jadi Sekolah Maung Jabar, Ada Sekolah Pilihanmu?
-
Catat Tanggalnya! Alur dan Link Pendaftaran Sekolah Maung 2026 di Jawa Barat
-
Mayor, Sapi Jumbo Milik Peternak KBB yang Dibeli Prabowo untuk Kurban
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi