- KPAI menyoroti pembubaran paksa kegiatan perkemahan 70 anak Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Karanganyar oleh massa dan aparat.
- Tindakan intimidasi tersebut menyebabkan trauma psikologis mendalam bagi anak-anak akibat ancaman kekerasan serta kehadiran massa bersenjata tajam.
- KPAI mendesak aparat menjamin hak perlindungan anak serta melaporkan insiden diskriminatif ini kepada Presiden demi memutus rantai kebencian.
KPAI memperingatkan dampak jangka panjang dari benturan sosial ini. Kasih sayang bersifat alami dalam jiwa anak, sementara kebencian adalah sesuatu yang diajarkan. "Peristiwa ini merusak psikologis anak korban sekaligus merusak mental anak-anak pelaku yang pikirannya direkonstruksi dengan ujaran kebencian," tambah Jasra (Expertise).
5. Mengedepankan "The Best Interest of the Child"
KPAI meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk kembali ke prinsip dasar UU Perlindungan Anak, yaitu mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Kebijakan negara harus dijauhkan dari tindakan yang merugikan mentalitas generasi emas Indonesia.
KPAI meminta transparansi dan akuntabilitas dari pihak kepolisian terkait alasan pembubaran di tengah adanya ancaman massa bersenjata tajam terhadap anak-anak.
KPAI memastikan akan terus memonitor kondisi psikologis 70 anak pasca-kepulangan mereka ke Kuningan guna memastikan proses pemulihan trauma berjalan optimal.
"Jangan sampai generasi ini tumbuh dalam nalar kebencian yang diwariskan. Kita harus bergerak demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih inklusif dan mencintai negaranya," tutup Jasra.
Berita Terkait
-
Jubir JAI Bongkar Detik-detik Pembubaran Perkemahan Pemuda Ahmadiyah
-
Kegiatan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah Dibubarkan Polisi
-
Bukan Sekadar Ilustrasi Keluarga, Pakar Sebut Foto Bayi Aqua Adalah Bentuk Eksploitasi Komersial
-
Kemanusiaan di Atas Segalanya: Ahmadiyah dan Gusdurian Bersatu Demi Stok Darah Tasikmalaya
-
Surati Bupati Tasikmalaya, Koalisi Masyarakat Sipil Tuntut Perlindungan Jemaat Ahmadiyah
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Mantri BRI Menembus Pelosok Pegunungan Toraja Utara