- Mahasiswa di Kota Bandung menggelar demonstrasi mengkritik kebijakan pemerintah terkait pendidikan, program makan bergizi, serta kondisi ekonomi nasional.
- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa menyampaikan aspirasi di depan umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara.
- Aparat gabungan TNI dan Polri memastikan aksi unjuk rasa berlangsung tertib, kondusif, serta terhindar dari adanya provokator.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan mengenai aksi demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa hari di sejumlah daerah Jabar khususnya Kota Bandung.
Dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi terjadi di Kota Bandung di antaranya di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menggelar demo mengkritik kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran, di antaranya terkait pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kondisi ekonomi nasional.
Menurut Dedi Mulyadi, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Sehingga, pihaknya tidak mempersoalkan aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir.
"Ya setiap orang punya kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya, pikirannya, dan kritiknya di depan umum," katanya, Jumat (19/6/2026).
Meski demikian, KDM sapaan akrabnya menegaskan aksi unjuk rasa harus dilakukan dengan cara yang tertib serta tidak merugikan pihak lain.
"Yang penting demonstrasinya berjalan dengan baik, tuntutannya disampaikan secara terbuka kemudian juga konstruktif," ungkapnya.
"Kami enggak ada problem, kan sudah biasa mah ada demo," jelas mantan Bupati Purwakarta ini.
Sementara itu, sebelumnya Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang bersikap dewasa dan menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang
"Alhamdulillah sebagaimana kita saksikan, adik-adik telah menyampaikan aspirasi, melakukan orasi-orasi terkait beberapa hal tadi sudah diikuti bersama," ucap Rudi ditemui depan Gedung DPRD Jabar.
Aksi demonstrasi tersebut menurutnya, mendapat pengawalan ketat oleh aparat gabungan dari Polri maupun TNI. Hal itu dilakukan, guna menjamin kondusivitas dan mengantisipasi adanya provokator.
"Dan kami ada dari pihak Polrestabes, kemudian dari Kodim, itu memberikan pelayanan kepada adik-adik mahasiswa supaya mereka aman, tidak disusupi oleh provokator-provokator. Kemudian juga nyaman karena kami menjaga mereka semua," ungkapnya.
"Mudah-mudahan mekanisme penyampaian pendapat seperti ini dapat terus kita jaga untuk kondusivitas Jawa Barat," jelasnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, Polri dan TNI akan senantiasa mengawal jalannya aksi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya, apalagi kemungkinan masih ada aksi lanjutan dalam beberapa hari ke depan.
"Intinya kami semua pihak kepolisian dibantu dengan aparat keamanan lainnya, TNI, ini berkewajiban untuk menjaga ya, seluruh elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang
-
Hilang 3 Tahun, Wanita Asal Bandung Tiba-tiba Ditemukan di IGD RSHS dengan Luka Berat
-
Ratusan Pengantin Ditipu, Bos WO SCR di Bandung Kabur Usai Tilap Duit Vendor
-
Urai Kemacetan dan Tata Kota, Kawasan Keluar Tol Pasirkoja Bandung Kini Mulai Disterilkan
-
Istana Bogor Digerebek Mahasiswa Unpak, Suarakan Mosi Tidak Percaya ke Pemerintah
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit
-
Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan
-
Pemuda di Bandung Barat Diduga Uji Coba Bom Rakitan 56 Kali, Polisi Sita Bahan Peledak
-
Polres Tasikmalaya Dalami Dugaan Korban Penipuan ASN PPPK, Modus Kenalan via Mobile Legends
-
Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!