- Dua pria menyamar sebagai petugas PLN dan menipu penjual pakaian di Pangandaran pada 28 Juli 2026.
- Korban menyerahkan uang hasil penjualan sebesar Rp100 ribu karena percaya pada alasan penggantian ID meteran.
- Manager ULP PLN Pangandaran memastikan para pelaku bukan petugas resmi dan mengimbau warga agar waspada.
SuaraJabar.id - Seorang penjual pakaian di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan dua pria yang mengaku sebagai petugas PLN.
Akibat aksi tersebut, korban kehilangan uang hasil penjualan sebesar Rp100 ribu.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) itu terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial.
Rekaman tersebut memperlihatkan dua pria mengenakan helm dan jaket berwarna gelap mendatangi sebuah toko pakaian dengan berpura-pura sebagai petugas PLN.
Dalam rekaman CCTV, salah seorang pelaku terlihat berdiri di depan etalase pakaian sambil mengamati situasi sekitar.
Sementara rekannya beberapa kali berjalan mondar-mandir dan berkomunikasi dengan karyawan yang sedang menjaga toko. Selama berada di lokasi, keduanya tidak terlihat melakukan transaksi pembelian. Sebuah sepeda motor matik berwarna merah-hitam yang diduga digunakan pelaku juga tampak terparkir di depan toko.
Pemilik toko, Hasan, mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di rumah. Kedua pria tersebut kemudian mendatangi tokonya dan menemui karyawan yang sedang berjaga.
Menurut Hasan, sebelum datang ke toko, pelaku lebih dulu menghubunginya melalui telepon. Mereka meminta pembayaran sebesar Rp400 ribu dengan alasan biaya penggantian nomor identitas (ID) meteran listrik.
"Saya bilang besok saja kalau saya sudah ada di toko. Setelah telepon ditutup, ternyata mereka meminta uang kepada karyawan saya. Karena hasil jualan hari itu baru Rp100 ribu, uang itu akhirnya diberikan kepada mereka dengan alasan untuk mengganti nomor ID PLN," kata Hasan melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Modus Deepfake Marak di Media Sosial, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Digital
Setelah menerima uang tersebut, pelaku sempat menunjukkan kuitansi berwarna kuning dan mengaku dokumen itu akan diberikan apabila pembayaran dilakukan penuh sebesar Rp400 ribu. Karena hanya menerima Rp100 ribu, kuitansi tersebut kembali dibawa oleh pelaku sebelum meninggalkan lokasi.
Hasan mengaku tidak dapat mengenali wajah kedua pelaku karena keduanya mengenakan helm selama menjalankan aksinya. Ia hanya mengingat para pelaku datang menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah dan diperkirakan berusia sekitar 37 hingga 40 tahun.
"Kejadiannya sekitar pukul 11.06 WIB. Mereka memakai helm, jadi wajahnya tidak terlihat jelas," ujarnya.
Sementara itu, Manager ULP PLN Pangandaran, Diki Gunawan, memastikan kedua pria yang terekam dalam video tersebut bukan merupakan petugas resmi PLN.
"Betul, kejadiannya kemarin. Kedua terduga pelaku bukanlah petugas resmi PLN. Mereka adalah oknum yang mengatasnamakan PLN," kata Diki.
Berdasarkan laporan yang diterima PLN, sedikitnya dua warga menjadi korban dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp100 ribu. Modus serupa juga disebut telah terjadi di wilayah lain, termasuk Pameungpeuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama
-
Revitalisasi Desa Segera Disiapkan, Jangkau 1.500 Tempat di 35 Provinsi
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana