- Sekda Ajat Rochmat Jatnika menyatakan keuangan Pemkab Bogor tetap solid menghadapi pemangkasan TKD pusat sebesar Rp622 miliar pada tahun 2026.
- Bupati Bogor Rudy Susmanto menerapkan kebijakan efisiensi seperti penghapusan perjalanan luar negeri demi menjaga anggaran infrastruktur dan pendidikan.
- Pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan memantau 490 daerah dan berencana menyuntikkan dana untuk meringankan beban keuangan daerah.
SuaraJabar.id - Gelombang pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang membuat sejumlah daerah kelimpungan tak menggoyahkan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Pemkab memastikan pembayaran gaji pegawai hingga biaya operasional tetap berjalan tanpa kendala.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa hingga semester I tahun 2026, kondisi keuangan daerah masih sangat solid berkat kapasitas fiskal yang mumpuni.
"Alhamdulillah selama ini lancar. Kapasitas fiskal kita baik dan masih mampu membiayai belanja pegawai," ungkap Ajat, kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Ajat menjelaskan, pemanglasan TKD dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Bogor cukup fantastis, mencapai Rp622 miliar untuk tahun anggaran 2026.
Meski begitu, sejumlah kebijakan efisiensi telah dijalankan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto. Mulai dari dihapuskannya perjalanan dinas ke luar negeri, hingga membatasi kegiatan pertemuan atau rapat di luar kantor dengan memanfaatkan fasilitas milik daerah sendiri.
"Jadi kebijakan efisiensi dari Pak Bupati itu agar bagaiman porsi belanja fokus pada hasil nyata dibanding hanya seremonial, serta memastikan anggaran infrastruktur dan pendidikan tepat sasaran tanpa pemborosan," jelas Ajat.
Menurut Ajat, meski pemotongan TKD berdampak besar pada kemampuam fiskal Kabupaten Bogor. Namun hal itu dianggap dapat menjadi pemicu untuk menciptakan tata kelola anggaran dengan lebih baik, tanpa mengurangi laju pembangunan daerah.
Diketahui, Menteri Keungan Purbaya Yudhi Sadewa tengah memantau kondisi keuangan di 490 daerah karena disinyalir kesulitan dalam pembayaran gaji pegawai maupun membiayai operasional.
Sehingga Kemenkeu berencana menyuntikkan dana ke daerah untuk mengurangi beban keuangan di daerah mengalami kesulitan.
Baca Juga: Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
Berita Terkait
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg dan Tanjungsari Bogor Disegel
-
Update Jalur Tambang Parungpanjang, Sekda Bogor Ungkap Proses Appraisal dan Skema Hibah Lahan
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September