- Polda Jabar menurunkan tim gabungan untuk mempercepat penyelidikan kasus tewasnya satpam Sumarna di Purwakarta pada Jumat (31/7/2026).
- Penyidik mendalami indikasi korban meninggal sebelum dibuang ke air karena ditemukan dugaan luka benturan benda keras.
- Kapolda Jabar mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi belum terverifikasi guna menghindari gangguan pada proses penyelidikan.
SuaraJabar.id - Polda Jabar menurunkan tim gabungan untuk mempercepat penyelidikan kasus pembunuhan dengan korban tewas seorang satpam bernama Sumarna (40) yang jasadnya ditemukan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto mengatakan langkah tersebut diambil guna memperkuat penyelidikan yang saat ini masih dilakukan Polres Purwakarta.
"Ini tentunya akan menjadi evaluasi kita, tapi kita akan menurunkan tim gabungan untuk mem-backup Polres Purwakarta agar mudah-mudahan ini cepat terungkap. Mohon doa restunya," kata Pipit dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Menurut Pipit, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat juga telah diperintahkan menggelar perkara berdasarkan hasil investigasi sementara yang diperoleh penyidik dari olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Para penyidik sudah dipanggil untuk dilakukan gelar hasil-hasil investigasi sementara mulai dari olah TKP," ujarnya.
Ia menjelaskan hasil gelar perkara tersebut akan menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan langkah lanjutan untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut. Menurutnya, berbagai spekulasi yang beredar berpotensi mengganggu proses penyelidikan.
"Biarkan tim kami turun ke lapangan untuk mengungkap dengan sebaik-baiknya," katanya.
Terkait temuan dugaan luka pada tubuh korban, Pipit menyebut penyidik masih melakukan pendalaman. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terdapat indikasi korban meninggal dunia sebelum jasadnya berada di perairan Waduk Jatiluhur.
Baca Juga: Lumpuhkan Begal Hidup-hidup, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp5 Juta Hingga Rp50 Juta
"Diduga ada luka karena benturan benda keras, atau korban meninggal sebelum dibuang ke dalam air," ujarnya.
Meski demikian, kepolisian menegaskan dugaan tersebut masih merupakan hasil penyelidikan awal dan akan dipastikan melalui rangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk analisis forensik serta pendalaman terhadap seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan.
Hingga kini, tim gabungan Polda Jawa Barat dan Polres Purwakarta masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti lain untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kematian Sumarna.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan
-
Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ
-
Di Tengah Efek Pemangkasan TKD, Pemkab Bogor Pastikan Gaji Pegawai dan Operasional Tetap Aman
-
Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak
-
Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi