- Dinas Pendidikan Jawa Barat menyoroti siswa SMA Al Kautsar Tasikmalaya yang belajar lesehan tanpa meja dan kursi pada Selasa, 8 September 2026.
- Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana sekolah swasta tersebut merupakan tanggung jawab penuh pihak yayasan.
- Disdik Jabar mempertanyakan kemampuan yayasan dalam menyelenggarakan pendidikan karena mendirikan sekolah tanpa menyediakan fasilitas belajar yang layak.
SuaraJabar.id - Kondisi siswa SMA Al Kautsar di Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara lesehan tanpa meja dan kursi mendapat sorotan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat.
Disdik Jabar menegaskan pemenuhan sarana dan prasarana pada sekolah swasta tersebut menjadi tanggung jawab utama yayasan sebagai penyelenggara pendidikan.
Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto mengatakan pihak yayasan semestinya memastikan kesiapan fasilitas sebelum membuka sekolah dan menyelenggarakan proses pendidikan bagi masyarakat.
"Itu swasta (SMA Al Kautsar Tasikmalaya) kan? Tanyakan kepada yayasan," kata Purwanto melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, keterbatasan fasilitas dasar seperti meja, kursi, dan ruang kelas yang memadai semestinya tidak menghambat proses belajar siswa.
Purwanto juga mempertanyakan kesiapan pengelola yayasan dalam menyelenggarakan pendidikan, khususnya dari sisi kemampuan menyediakan sarana dan prasarana yang layak.
"Ke yayasannya mengapa membuat sekolah jika tidak memiliki kemampuan sarana prasarana," ujarnya.
Ia menjelaskan, sekolah swasta memiliki kewajiban memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan baik, termasuk menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar.
Karena itu, pendirian lembaga pendidikan swasta menurutnya perlu diikuti kesiapan dari sisi finansial maupun manajerial agar kebutuhan siswa tidak terabaikan.
Baca Juga: Driver Ojol Tasikmalaya Geram, Pemesan Misterius Diduga Sengaja Lakukan Order Fiktif Berulang
"(Tanyakan) ke yayasannya dulu, karena di daerah itu kemungkinan ada sekolah negeri. Tapi yayasan harus bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan beserta fasilitas guna mendukung KBM," tuturnya.
Sebelumnya, kondisi SMA Al Kautsar menjadi perhatian setelah sejumlah siswa terlihat mengikuti pembelajaran secara lesehan di bangunan yang menyerupai saung. Para siswa disebut belum mendapatkan fasilitas meja dan kursi yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar.
Kondisi tersebut semakin menjadi sorotan karena di sekitar lokasi sekolah terdapat bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berdiri cukup megah.
Perbedaan kondisi fasilitas itu memunculkan perhatian publik mengenai pemerataan sarana pendidikan dan kelayakan ruang belajar bagi siswa di wilayah tersebut.
Meski demikian, persoalan pemenuhan fasilitas SMA Al Kautsar sebagai sekolah swasta berada pada penyelenggara pendidikan atau yayasan.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait tetap memiliki peran dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Siswa SMA Al Kautsar Tasikmalaya Belajar Lesehan, Disdik Jabar Naik Pitam
-
Menetap Bersama Istri WNI di Cirebon, Warga Australia Kena Deportasi Gara-gara Ini
-
Waspada Abu Vulkanik! Pakar Paru UI Imbau Warga Lakukan Langkah Perlindungan Ini
-
Padamkan Kebakaran TPA Galuga, Helikopter TNI AU Diterjunkan Lakukan Water Bombing
-
TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian