Ronald Seger Prabowo
Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:07 WIB
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar. [ANTARA/HO-Polres Ciamis]
Baca 10 detik
  • Pria berinisial Ayat menyerang warga dan polisi menggunakan parang di Kabupaten Ciamis pada Selasa lalu.
  • Insiden pembacokan tersebut melukai dua anggota kepolisian serta sejumlah warga hingga harus dirawat di rumah sakit.
  • Pelaku yang memiliki riwayat gangguan jiwa akhirnya meninggal dunia setelah dilumpuhkan oleh warga yang emosi.

SuaraJabar.id - Aksi mengamuk hingga pembacokan yang dolakukan seorang pria berinisial Ayat (60) di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung pada jatuhnya korban dari kalangan polisi dan warga.

Pria yang disebut memiliki riwayat gangguan jiwa itu menyerang menggunakan parang hingga melukai dua anggota Polri dan sejumlah warga sebelum akhirnya meninggal dunia setelah situasi berhasil dikendalikan.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, berdasarkan riwayat kesehatan dan keterangan puskesmas setempat, Ayat merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia juga disebut beberapa kali melakukan tindakan serupa.

“ODGJ dan punya riwayat, dikuatkan juga oleh puskesmas setempat. Sudah sering katanya melakukan hal itu, menyerang orang,” kata Eko melansir ANTARA, Kamis (22/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/10/2026) sore di Dusun Pagadungan, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar. Menurut Eko, Ayat mengamuk setelah ditegur warga, kemudian menyerang salah seorang warga menggunakan senjata tajam.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera melapor ke Polsek Banjarsari. Personel kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan Ayat. Namun, pria tersebut melarikan diri ke atap rumah warga dan menolak turun hingga malam hari.

Petugas sempat membujuknya agar turun. Karena upaya tersebut tidak berhasil, polisi meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar).

“Anggota datang ke sana, pelaku tidak mau turun, dibujuk, minta bantuan damkar, disemprot oleh damkar sehingga dia turun,” ujar Eko.

Turun dari Atap, Serang Polisi dan Warga

Baca Juga: Gara-Gara Utang Rp30 Ribu, Dua Pria di Sukabumi Duel Pakai Golok, Satu Luka Berat

Situasi kembali memanas setelah Ayat turun dari atap rumah. Ia kemudian menyerang kerumunan warga menggunakan parang, termasuk anggota polisi yang tengah melakukan pengamanan.

Dua anggota Polri mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Salah seorang di antaranya mengalami luka pada tangan hingga harus menjalani operasi. Sejumlah warga juga menjadi korban dalam insiden tersebut.

Eko mengatakan, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Ia memastikan kondisi para korban yang dirawat relatif stabil, meskipun salah satu anggotanya harus menjalani operasi.

“Alhamdulillah kondisinya stabil, cuma memang satu anggota saya sudah operasi tangannya,” katanya.

Serangan yang berlangsung di tengah kerumunan membuat situasi di lokasi semakin tidak terkendali. Menurut Eko, warga yang ketakutan dan terpancing emosi kemudian berupaya bersama-sama melumpuhkan Ayat.

Pelaku akhirnya tidak berdaya dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Load More