Rumah Ditinggal Mudik Dibobol Maling, Rp 1,2 Miliar dan Sertifikat Raib

Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain, uang tunai Rp 1,2 miliar, brankas berisikan 9 sertifikat tanah, 2 BKPB mobil, dan 3 BPKB motor.

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari
Sabtu, 08 Juni 2019 | 14:26 WIB
Rumah Ditinggal Mudik Dibobol Maling, Rp 1,2 Miliar dan Sertifikat Raib
Ilustrasi rumah kosong ditinggal mudik. [Shutterstock]

SuaraJabar.id - Pencuri Gasak 1,2 Miliar Dan Barang Mewah Dari Rumah Yang Ditinggal Mudik Di Depok

Satu rumah di Jalan Melati Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, yang ditinggal pemiliknya mudik lebaran, dibobol maling, Kamis (6/7/2019) pagi.

Pencuri berhasil menggasak uang tunai Rp 1,2 miliar, sejumlah barang mewah hingga surat-surat berharga.

Pemilik rumah mendapatkan laporan dari saksi bernama Tajuddin yang bekerja sebagai satpam. Tajuddin menghubungi pemilik rumah yang tengah mudik, dan menyampaikan dugaannya tentang rumah tersebut telah dibobol maling.

Baca Juga:Duh, Pencuri di Jepang Ini Nekat Ambil Rem Darurat dan Kursi Kereta Api

"Diduga dibobol oleh pelaku dengan cara merusak gembok pagar rumah, kemudian mencuri barang-barang milik korban," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Sabtu (8/6/2019).

Keesokan hari, Jumat (7/6), pemilik rumah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Berdasarkan keterangannya, terdapat sejumlah barang berharga yang hilang seusai rumah dibobol maling.

Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain, uang tunai Rp 1,2 miliar, brankas berisikan 9 sertifikat tanah, 2 BKPB mobil, dan 3 BPKB motor.

Selanjutnya 2 laptop merek Toshiba, 8 buku tabungan, 2 kotak perhiasan, 2 ponsel, dan 21 jam tangan berbagai merek. 

Tak hanya itu, maling juga menggasak 2 pasang sepatu merek Nike, 4 kartu BPJS, 2 Kartu Pegawai (karpeg), dan 1 kartu Istri (Karis).

Baca Juga:Terciduk, Begini Cara Komplotan Pencuri Ban Serep di Jalan Tol Beraksi

Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Depok. Kekinian pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini