Bunuh Tukang Sayur dan Bakar Rumah, Rentetan Aksi Brutal Adi Zulkarnaen

Agung Sandy Lesmana
Bunuh Tukang Sayur dan Bakar Rumah, Rentetan Aksi Brutal Adi Zulkarnaen
Kondisi rumah Adi, pelaku penusukan yang hangus usai dibakar sendiri. (Suara.com/Dede Tiar)

"Saya keluar sama tetangga lain langsung misahin, saya pegang kakak saya (korban), tetangga pegang pelaku, sudah itu dia (pelaku) kita suruh pulang," jelas dia.

Suara.com - Warga Kampung Ceger, RT 6, RW 18, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, digegerkan dengan dua peristiwa yang terjadi akibat ulah, Adi Zulkarnaen (44), lelaki yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Selain membunuh Giatno (33), penjual sayur sekaligus tetangganya sendiri dengan menggunakan pisau dapur, Adi juga nekat membakar rumahnya sendiri pada Minggu (9/6/2019), sekitar pukul 18.30 WIB.

Sulistyo, adik sepupu korban menceritakan, aksi pembunuhan tersebut. Awalnya sang paman saat itu tengah berada di teras rumah kontrakan. Namun tiba-tiba datang pelaku langsung mencekik leher Gianto.

"Kakak saya lagi rapihin sayuran kebetulan mau jualan, pas lagi rapihin sayuran itu dari arah belakang pelaku langsung cekik kakak saya," kata Sulisyo, Senin (10/6/2019).

Perkelahian antara korban dan pelaku berlanjut hingga terjadi saling pukul, akibat kegaduhan tersebut, tetangga sekitar kontrakan keluar dan berusaha melerai keduanya.

"Saya keluar sama tetangga lain langsung misahin, saya pegang kakak saya (korban), tetangga pegang pelaku, sudah itu dia (pelaku) kita suruh pulang," jelas dia.

Selang beberapa saat, pelaku yang diketahui memiliki gangguan jiwa balik lagi menyambangi korban dengan membawa pisau dapur.

"Dia (Adi) sempat pulang enggak lama balik lagi bawa pisau, tetangga sini sudah kabur karena takutkan, saya bilang ke kakak saya udah jangan diladenin kabur aja, tapi tiba-tiba dia samperin langsung ditusuk," paparnya.

Korban mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan, darah langsung bercucuran di tempat kejadian perkara (TKP). Saat itu juga Sulistyo langsung melerai pelaku dibantu warga lainnya.

"Habis nusuk itu langsung warga yang mengamankan sempet dipukulin juga, habis itu diikat karena takut ngelukain orang lagi, saya ambil tambang saya ikat tangganya, abis itu saya langsung bawa kakak saya ke rumah sakit," jelas dia.

Karena mengalami luka yang cukup serius, nyawa Giatno tidak dapat diselamatkan akibat tusukan pisau dapur yang tembus hingga ke paru-paru sebelah kanan.

"Abis itu langsung lapor polisi jenazah juga langsung divisum," ujarnya.

Sementara itu, warga lain bernama Dedi menuturkan, pelaku yang sempat diikat oleh warga lalu berusaha ditenangkan, dia kemudian dibawa ke rumahnya.

Setelah aksi penusukan, pelaku niatnya hendak dibawa ke rumah agar tidak berulah melukai orang lagi. Bukannya mereda, Adi justru nekat membakar rumahnya sendiri.

"Abis dari nusuk itu dibawa ke rumah sama warga, nah enggak lama asap mulai ngebul, terus warga juga mulai panik, si pelaku ini keluar dari dalam rumah sambil ngamuk-ngamuk, warga yang mau nolong aja sempet mau dicekik," jelas dia.

Kondisi kejiwaan pelaku kian tidak stabil, warga kemudian mengamankannya dengan cara diikat sebelum polisi datang. Disamping itu, warga juga beramai-ramai berusaha memadamkan api agar tidak merambat ke pemukiman lain.

"Api makin besar warga ramai-ramai langsung memadamkan pakai air sumur, sekitar jam setengah 9 pemadam baru datang," ujarnya.

Terkait dua kejadian itu, Adi pun akhirnya ditangkap aparat kepolisian dan ditahan di Polsek Bekasi Selatan untuk menjalani pemeriksaan kasus tersebut.  Sementara untuk Gianto yang meninggal akibat luka tusuk, jasadnya telah dibawa ke kampung halamannya di daerah Cilacap Jawa Tengah untuk dikebumikan.

"Proses hukum masih berjalan sambil kita periksa kejiawaanya," kata Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Bambang.

Kontributor : Dede Tiar

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS