Terdampak Kekeringan, Warga di Sukabumi Ini Andalkan Sumber Air di Hutan

Chandra Iswinarno
Terdampak Kekeringan, Warga di Sukabumi Ini Andalkan Sumber Air di Hutan
Lokasi sumber air resapan Hutan Citeureup di lahan PTPN VIII Cikaso, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kamis (11/7/2019). [Sukabumi Update]

Lokasi resapan air yang bisa diakses warga berada di lahan PTPN VIII Cikaso.

Suara.com - Dampak kemarau yang dirasakan warga di wilayah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membuat warga kesulitan mencari sumber air untuk kebutuhan rumah tangga.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tegalbuleud, Yudiansyah memaparkan ada beberapa kampung di kecamatan tersebut terdampak kekeringan. Daerah tersebut meliputi Kampung Puncakmalanding dan Kampung Gerendel Desa Sumberjaya, Kampung Pasirsalam Desa Nangela, Kampung Cibangkoak Desa Rambay dan Kampung Cilamee Desa Buniasih.

"Di kampung-kampung tersebut warga mengambil air dari sungai, dari sumur yang masih ada airnya dan resapan air dari hutan," jelasnya kepada sukabumiupdate.com - jaringan Suara.com pada Kamis (11/7/2018).

Sementara itu, Warga Kampung Pasirsalam Desa Nangela Imat (50) mengaku hampir dua bulan terakhir langganan mengambil air dari resapan air Hutan Citeureup. Setiap hari, ia menempuh jarak sekitar dua kilometer untuk mendapat air.

"Kadang-kadang pakai motor, kadang-kadang pakai mobil bak terbuka. Biasanya kalau pagi dan sore, bisa ngantri panjang di lokasi ini," kata Imat.

Di tempat yang sama, warga kampung Gerendel RT 01/08 Desa Sumberjaya Irmawati (40) menjelaskan lokasi resapan air yang bisa diakses warga berada di lahan PTPN VIII Cikaso. Setiap tahun saat kemarau, warga memang biasa mengambil air di lokasi tersebut.

"Sumber air tersebut bisa bertahan sampai kemarau sembilan bulan. Anehnya kalau musim kemarau airnya semakin banyak. Ini andalan di kala musim kemarau," ujarnya.

Dikatakan Irma, sebenarnya ada sumber air lain selain resapan Hutan Citeureup. Namun, saat ini warga lebih memilih ke Hutan Citeureup.

"Memang di Kampung Gerendel ada dua sumber air. Yang pertama sumur peninggalan zaman Belanda, ukuran 2x4 meter, kedalam sekitar 11 meter. Namun sekarang disedot pakai mesin untuk kebutuhan karyawan, dan satu lagi di sumber air Citeureup," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS