#BekasiLawanCovid-19 Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga

Chandra Iswinarno | Erick Tanjung
#BekasiLawanCovid-19 Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga
Suasana pemeriksaan rapid test Virus Corona di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi pada Rabu (25/3/2020). [Suara.com/M Yacub]

Mereka telah membagikan ribuan masker untuk warga Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

SuaraJabar.id - Di tengah pandemi virus corona yang terus meningkat, berbagai kalangan turut bersolidaritas untuk menghentikan dan meminimalisir penyebarannya. Seperti yang dilakukan oleh relawan #BekasiLawanCovid-19.

Mereka telah membagikan ribuan masker untuk warga Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

Di antara titik yang sudah dibagikan masker, yakni Kabupaten Bekasi di Griya Tambun Selatan dan Cibitung, Kota Bekasi di Bekasi Jaya, Duren Jaya, Stasiun Bekasi, Pondok Ungu Permai, Bintara Kranji, Kaliabang Tengah, Mustika Jaya dan Karang Taruna Bekasi Jaya.

Pemberian dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah dengan koordinasi RT dan di jalan dengan tetap memperhatikan jarak aman.

Penggagas #BekasiLawanCovid-19 Sasmito Madrim mengatakan bahwa inisiatif pemberian masker ini dilakukan mengingat kelangkaan dan mahalnya harga masker di Bekasi. Padahal, masker dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19 yang terus meningkat setiap harinya.

"Kami berharap upaya ini dapat menjaga warga Bekasi yang sehat tetap sehat dan yang sakit tidak menularkan ke warga lainnya dengan menggunakan masker," kata Sasmito kepada Suara.com, Minggu (29/3/2020).

#BekasiLawanCovid-19 menargetkan akan memproduksi 20 ribu masker hingga akhir April mendatang. Adapun perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk 20 ribu masker sebesar Rp 80 juta.

#BekasiLawanCovid-19 saat ini tengah menggalang dana melalui https://kitabisa.com/campaign/bekasilawancovid19 dan sudah terkumpul dana sejumlah Rp 3,2 juta. Karena itu, bagi warga yang ingin menyumbang bisa memberikan bantuannya melalui donasi online tersebut.

Selain membagikan masker, #BekasiLawanCovid-19 juga mendapat keluhan dari warga Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi terkait penanganan dari pemerintah daerah dalam menghadapi wabah Covid-19. Antara lain mulai dari sulitnya menghubungi hotline Covid-19 hingga informasi tentang peredaran Covid-19 di Bekasi.

Mereka mendorong Bupati dan Walikota Bekasi memperbanyak rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19. Warga yang susah payah menghubungi hotline Covid-19, ternyata justru direkomendasikan datang ke RS di Bandung dan Jawa Barat lainnya.

"Bupati dan Wali Kota harus mengeluarkan dana penanganan Covid-19 dan dikelola secara transparan. Masyarakat belum merasakan upaya yang masif dari Pemkab dan Pemkot Bekasi dalam menanggulangi Covid-19," ujarnya.

Selaim itu, mereka juga mendesak pemerintah provinsi Jawa Barat untuk lebih transparan dalam menampilkan wilayah sebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten dan Kota Bekasi melalui https://pikobar.jabarprov.go.id/. Hal ini dianggap penting supaya warga bisa lebih berhati-hali dalam mencegah penularan Covid-19.

"Kami meminta Pemkab dan Pemkot Bekasi untuk menyediakan perangkat alat pencegahan seperti wastafel, hand sanitizer di tempat publik yang ramai," kata dia.

Kemudian, Pemkab dan Pemkot Bekasi juga harus menyediakan tenaga medis atau pegawai Puskesmas untuk mendatangi dan memeriksa warga yang memiliki riwayat atau gejala Covid-19. Apabila ditemukan warga yang positif, maka segera merujuk warga tersebut ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS