Firasat Buruk Pacar dan Bau Menyengat di Kost Anjani Bee Sebelum Dibunuh

Pebriansyah Ariefana
Firasat Buruk Pacar dan Bau Menyengat di Kost Anjani Bee Sebelum Dibunuh
Kamar kost Anjani Bee di Bandung. (Suara.com/Cesar)

Anjani Bee ditemukan tewas telanjang di jalanan.

SuaraJabar.id - Sehari sebelum Anjani Bee dibunuh dengan sadis, di kamar kostnya tercium bau parfume. Parfume Anjani Bee tetiba jatuh dari tempat make upnya di kost.

Parfume Anjani Bee tumpah dan membuat wangi seisi ruangan. Saat itu Iqbal, pacar Anjani Bee tengah mencari keberadaan pacarnya itu.

Sebab sehari sebelumnya, Selasa 3 Maret 2020 pukul 2020 Anjani Bee meminta izin kepada Iqbal untuk menemui temannya, di Cijagra, Lengkong, Kota Bandung. Karena bukan menjadi hal yang baru, Iqbal pun, mengizinkan untuk Anjani Bee pergi.

"Waktu itu pergi menggunakan Grab Bike. Pesannya juga saya tahu, dengan tujuan Cijagra dari Sekelimus. Cuma dia seperti biasa nggak bilang mau bertemu siapa, hanya bilang mau ketemu temannya. Memang sih perasaan saya nggak enak waktu itu," kata Iqbal saat berbincang dengan SuaraJabar.id, awal pekan ini.

Itu adalah pertemuan terakhir Iqbal dengan sang kekasih. Hingga dengan tengah malam, Iqbal mencoba menghubungi Anjanii, namun ponselnya sudah dalam keadaan tidak aktif.

"Itu satu ruangan baunya nyengat sekali parfum almarhum. Di situ tambah perasaan makin enggak enak," kata dia.

Besoknya, Kamis 5 Maret 2020, tidur Iqbal terbangunkan di siang hari, setelah adik lelakinya yang baru pulang sekolah menunjukan foto jasad wanita bertato burung hantu, mirip dengan Anjani Bee.

Ia pun beranjak dari tempat tidurnya, langsung memanggil sang ayah. Dia minta ditemani, ayahnya untuk mengecek kebenaran informasi di media sosial facebook.

Dari informasi tersebut, ia membawa ayahnya ke Rumah Sakit Sartika Asih Polri, Jalan Moh. Toha, Bandung, untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Namun sesampainya di rumah sakit, ia tidak mendapati adanya Anjani Bee. Ia pun kembali pulang ke rumahnya.

Setibanya di rumah, Iqbal terus memantau informasi tentang Anjani Bee. Dari situ, ia mendapat informasi kalau jenazah Anjani Bee di bawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Untuk memastikan keberadaan Anjani Bee, Iqbal dan ayah pun bertekad menelusuri lokasi dimana dikabarkan jenazah Anjani Bee ditemukan. Ia pun langsung tancap gas ke lokasi kejadian namun tidak menemukan petunjuk, hanya beberapa masyarakat menyerankan Iqbal untuk mendatangi ke Polsek Lembang.

Ia pun mengamini, dan setelah tiba di Polsek Lembang, ia baru dapat memastikan, jika mayat wanita bertato burung hantu tersebut, memang Anjani Bee.

Tiga bulan lalu, Kepolisian Polres Cimahi sudah tahu sosok pembunuh Anjani Bee, wanita bertato burung hantu yang ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Lembang-Bandung, Bandung Barat. Kini polisi masih melengkapi bukti tambahan untuk memperkuat tuduhan ke para terduga pembunuh.

Satreskrim Polres Cimahi mengaku, telah berhasil mengidentifikasi beberapa orang yang diduga merupakan pelaku, pembunuhan terhadap belia asal Kabupaten Subang itu.

"Polisi semakin yakin kita sudah mengetahui beberapa orang pelaku, tapi kita masih meyakinkan bukti-buktinya," kata kata Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (13/3/2020).

Untuk mengusut pembunuhan ini pun, Polres Cimahi telah membentuk tim yang merupakan gabungan dari Polrestabes Bandung dan Polda Jabar.

Perlahan misteri pembunuhan Anjani Bee terungkap. Sebelum dibunuh dan mayatnya dibuang, wanita bertato burung hantu ini naik ojek online dari kostnya.

Hal itu diketahui dari CCTV yang diperoleh dari kost perempuan 18 tahun bernama Intan Marwah Sofiah itu. Mayat Anjani Bee ditemukan tewas di selokan Jalan Raya Lembang-Bandung, Kamis (5/3/2020) lalu.

CCTV yang disita di antaranya dari tempat kost Anjani Bee, kemudian perjalanan korban menggunakan ojek online jenis Grab ke suatu tempat. Namun polisi merahasiakan tujuan Anjani Bee.

"Mulai dari kostan korban, tempat korban diturunkan di satu tempat, saat korban pergi naik Grab, dan juga dalam perjalanan menuju tempat pembuangan," kata dia.

"Ada petunjuk saya tidak bisa menjelaskan masih dalam penyelidikan," sambung Yoris.

Sebelumnya Kepolisian Cimahi sudah mengantungi petunjuk bar pembunuhan itu. Polisi pun kekinian sudah memeriksa 42 saksi dalam pembunuhan wanita bertato butung hantu itu.

"Sekarang kita sudah periksa 42 saksi, termasuk (teman lelaki/pacar) korban. Semuanya sudah di periksa, cuma kita belum bisa utarakan yah," kata Yoris kemarin.

Yoris mengatakan, olah tempat kejadian pun sudah dilakukan. Beberapa pendukung untuk penyelidikan telah di kantongi polisi. Seperti halnya rekaman cctv.

"Ada yang mengarah ke petunjuk, kita belum bisa publikasikan untuk penyelidikan," kata dia.

Pada berita sebelumnya, Anjani Bee diduga kuat tewas karena di aniaya.

"Kita sudah dapatkan hasil autopsi dan mendapatkan simpulan bahwa korban meninggal dunia akibat adanya penganiayaan baik menggunakan benda tumpul maupun benda tajam," kata Yoris, pada berita sebelumnya.

Selain hasil autopsi, diketahui juga lokasi Intan di bunuh, bukan di tempat ia ditemukan. Polisi meyakini, jika Intan dihabisi di tempat lain.

"Sudah dipastikan di tempat lain karena di tempat tersebut tidak ditemukan adanya darah. Itu hanya tempat pembuangan saja," kata dia.

Intan atau yang lebih dikenal Anjanii Bee, dalam media sosialnya, ditemukan tewas di di selokan di Jalan Raya Lembang-Bandung, Kamis (5/3/2020), lalu.

Jasad Intan, ditemukan di sebuah selokan kecil pinggir jalan, dengan sejumlah luka. Hasil pemeriksaan sementara, beberapa luka disebabkan luka sayatan yang cukup dalam dari benda tajam dan luka lebam karena benda tumpul.

Pada tubuh korban juga didapati ada gambar tatto bertuliskan "fuck my life" di lengan kiri dan tatto bergambar burung hantu di lengan kanannya.

Kontributor : Cesar Yudistira

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS