alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jelang Libur Panjang Pekan Depan, Satlantas Rekayasa Lalin Puncak Bogor

Tasmalinda Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:00 WIB

Jelang Libur Panjang Pekan Depan, Satlantas Rekayasa Lalin Puncak Bogor
Antrian kendaraan menuju puncak Bogor pada Juli lalu [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Satuan lalu lintas sudah mempersiapkan rekayasa saat libur bersama nanti.

SuaraJabar.id - Libur bersama pekan depan dipresikdikan akan membuat kawasan Puncak Bogor, padat.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor memprediksi puncak kemacetan jelang long weekend di jalur Puncak Bogor, Jawa Barat akan terjadi pada 27-28 Oktober nanti.

Hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fitra Zuanda saat ditemui di Pos Polisi Gadog Ciawi, Sabtu (24/10/2020).

"Untuk puncak wisatawan yang akan ke Puncak, perkiraan kita di tanggal 27 sore dan 28 pagi nanti, sedangkan untuk arus balik di hari Minggu sore," ujarnya.

Guna mengantisipasi kemacetan, pihaknya sudah  mengerahkan 200 personel anggota dari Satlantas Polres Bogor.

"Mengenai kesiapan lain, kami sudah melakukan apel pengecekan kendaraan dinas, kemudian kami sudah mengecek kelengkapan personel untuk persiapan pengamanan long weekend," sambung AKP Fitra Zuanda.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, ia mengaku sudah berkoordinasi juga dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Kami juga sudah menyurati juga, Pol PP, Dishub, BPBD, Dinkes dan Sabhara Bhayangkara, untuk meminta backup pengamanan jalur Puncak Bogor, untuk melakukan antisipasi baik dari bencana alam dan situasi cuaca, kita juga tidak tahu ada laka atau tidak pas volume kendaraan meningkat," jelas ia.

Tidak hanya itu, antisipasi yang nanti akan diambil Satlantas Polres Bogor ketika volume kendaraan meningkat akan menyiapkan rekayasa contra flow.

"Kita juga akan lakukan antisipasi menyiapkan rekayasa contra flow, apabila dilihat situasi kendaraan sangat meningkat, nanti akan kita siapkan dari mulai gerbang tol Ciawi sepanjang dua kilo meter, kita akan buat rekayasa itu," imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait