Tak Lagi Mangkal, Open BO Kini Stand By di Apartemen dan Indekos

Bisnis prostitusi tak luput dari tren ini. Sebelum 2010, pekerja seks lebih banyak terkonsentrasi di beberapa lokalisasi atau mangkal di pinggir jalan.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:38 WIB
Tak Lagi Mangkal, Open BO Kini Stand By di Apartemen dan Indekos
Penggerebekan karaoke eksekutif Venesia BSD di Serpong Sub District, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (19/8/2020) malam. (Antara)

SuaraJabar.id - Perkembangan teknologi mampu merubah banyak pola dan kebiasaan dalam lini apa pun. Sektor perdagangan misalnya, banyak yang memilih untuk memajangkan barang dagangan mereka di jejaring media sosial atau situs ecommerce ketimbang di etalase toko.

Bisnis prostitusi tak luput dari tren ini. Sebelum 2010, pekerja seks lebih banyak terkonsentrasi di beberapa lokalisasi atau mangkal di pinggir jalan.

Di Kota Bandung terdapat beberapa lokalisasi. Yang legendaris, tertua dan terbesar adalah kawasan Saritem di Kecamatan Andir.

Di komplek lokalisasi yang terletak di pemukiman padat ini, terdapat beberapa ruang yang dijadikan etalase tempat memajang pekerja seks, penginapan, hingga cafe dan warung yang menjual makanan dan minuman beralkohol.

Baca Juga:Jelang Libur Panjang, Belasan Ribu Kendaraan Masuki Bandung via GT Pasteur

Pengunjung biasanya datang melalui beberapa pintu masuk. Yang populer, melalui Jalan Saritem dan Jalan Kebon Tangkil dari arah Jalan Gardu Jati. Tak sampai 100 meter dari ujung jalan, belasan pria akan menyambut calon pengunjung.

Prostitusi online. (dok polisi)
Prostitusi online. (dok polisi)

Para pria ini biasanya adalah pemandu, atau biasa disebut calo. Mereka akan menyambut pengunjung yang datang dan mengantarnya berkeliling untuk melihat pekerja seks yang sedang mejeng di ruang etalase.

Para calo ini biasanya akan bertanya mengenai selera si pelanggan. Kemudian ia akan mengantarkan pelanggan menelusuri gang sempit tempat para pekerja seks dipamerkan.

Namun Saritem kini sudah melewati masa kejayaannya. Komitmen pemimpin daerah yang antiprostitusi membuat luasan kawasan ini tak sebesar dulu.

Razia besar-besaran pernah dilakukan Ridwan Kamil semasa ia menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Juni 2014. Ia pun menutup lokalisasi itu dengan janji akan mencari solusi ekonomi bagi warga setempat asalkan praktek prostitusi tidak terulang lagi.

Baca Juga:Upah Minimum 2021 Harus Naik, Buruh Desak Ridwan Kamil Abaikan SE Menaker

Banyak pekerja seks yang sudah meninggalkan tempat ini dan beroperasi secara mandiri. Mereka memilih mempromosikan layanan mereka di aplikasi kencan atau media sosial.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak