alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sukabumi Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5.2

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 05 November 2020 | 09:01 WIB

Sukabumi Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5.2
Gempa magnitudo 5.2 melanda SUkabumi, Kamis (5/11/2020) pagi.

"Pertama bergetar kecil, lalu getarannya kencang dan besar, diperkirakan lamanya 5-10 detik," kata Aryo, Anggota RAPI Lokal 08 Sukabumi.

SuaraJabar.id - Warga di Sukabumi merasakan goncangan gempa bumi yang cukup kuat, Kamis (5/11/2020) pagi. Gempa bumi yang menggetarkan dinding rumah ini sempat membuat warga berhamburan keluar rumah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya mengatakan, gempa tersebut merupakan gempa tektonik yang terjadi pada pukul 05.21.48 WIB, dengan kekuatan 5.2 magnitudo.

Episenter gempa berada pada titik koordinat 7.54 LS - 106.01 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 72 kilometer arah Barat Daya Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, dengan kedalaman 30 kilometer.

"Kaget getarannya besar dan lumayan lama," ujar Ade Suryana (40 tahun), warga Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Ramai Pengajuan BPUM, Kades Bojonggenteng Sukabumi Temukan SKU Palsu

"Pertama terdengar getaran perabotan, awalnya kecil lalu besar. Paling sekitar 5 detik," tambahnya.

Di wilayah Pajampangan, hal yang sama juga dirasakan di Kecamatan Waluran, Jampang Kulon, Tegalbuleud, Surade, dan Ciemas.

"Ya di Kecamatan Waluran terasa getarannya besar. Pertama bergetar kecil, lalu getarannya kencang dan besar, diperkirakan lamanya 5-10 detik," kata Aryo, Anggota RAPI Lokal 08 Sukabumi.

"Dari beberapa informasi rekan di beberapa kecamatan, mereka sama merasakan adanya getaran. Bahkan warga ada juga yang kaget dan lompat keluar rumah," terangnya.

Getaran juga dirasakan oleh warga di Kecamatan Palabuhanratu, Simpenan, dan Cisolok. Sejumlah warga sempat berlarian keluar rumah karena merasakan guncangan gempa tersebut.

Baca Juga: Detik-detik Penyelamatan Anjing dari Reruntuhan Gempa Bumi Turki

Siti Royani (24 tahun), warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu mengatakan, dirinya sedang memasak namun tiba-tiba merasakan getaran dan melihat kondisi gorden jendela yang bergoyang seperti tertiup angin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait