SuaraJabar.id - Suasana Pasar Induk Caringin Kota Bandung cukup ramai pada Rabu (11/11/2020) pagi. Namun ramainya suasana terpecah oleh penemuan mayat bayi di area pasar.
Di tengah keramaian aktivitas pasar, warga di lokasi digegerkan dengan penemuan mayat bayi dengan kondisi masih terlilit ari-ari di tempat penampungan sampah sementara.
Ade (42) warga Kota Cimahi mengaku hendak menuju parkiran di waktu penemuan. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar banyak warga yang berteriak mengenai adanya temuan mayat bayi.
Ade pun berlari ke lokasi kerumunan yang terletak di area pembuangan sampah. Di sana ia melihat mayat bayi laki-laki masih terlilit tali pusar dan terdapat darah di sekujur tubuhnya.
Baca Juga:Panggil Bupati AA Umbara, KPK Akui Telisik Dugaan Korupsi di Bandung Barat
Bayi itu tergeletak di tanah. Di sampingya kata Ade, terdapat beberapa peti kayu dan kardus bekas dan botol minuman kemasan. Di sampin kanan bayi tersebut terdapat tumpukan buah busuk.
"Tadi sempat mau ngambil gambar juga, tapi gak tega," ujarnya.
Ade menuturkan penemuan mayat bayi itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, ia merasakan udara Kota Bandung sedang cukup dingin.
"Ga kebayang itu bayi ga tau ada di tempat sampah dari jam berapa. Saya aja pake jaket dobel masih kedinginan," ujarnya.
Ia sempat bertanya pada pedagang sayur langganannya terkait penemuan ini. Menurutnya, sebelum ditemukan ada beberapa orang yang lewat area tumpukan sampah itu. Tapi tak melihat keberadaan mayat bayi di sana.
Baca Juga:Bupati KBB Diperiksa KPK, Firli Sebut akan Tahan 2 Kepala Daerah
"Kalau sekilas memang gak terlihat sih. Soalnya ketutupan bekas peti buah, kardus sama sampah lainnya. Posisinya kehalangan tumpukan sampah," jelasnya.
Ade menambahkan, beberapa koleganya di Pasar Caringin mengatakan jika temuan mayat bayi itu sudah dilaporkan ke polisi.
"Saya gak lama, tapi denger-denger sudah dilaporkan ke polisi;" tandasnya.