Suara Ini Muncul dari Reruntuhan yang Dibersihkan Anji di Gunung Puntang

"Hallo Bandoeng! Hier Den Haag!"

Ari Syahril Ramadhan
Minggu, 22 November 2020 | 14:20 WIB
Suara Ini Muncul dari Reruntuhan yang Dibersihkan Anji di Gunung Puntang
Sisa-sisa bangunan Radio Malabar di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung ketika masih ditutupi tumbuhan. [Ayo Bandung/Kavin F]

Demikian bunyi percakapan yang banyak dikenang sebagai kalimat pertama yang berhasil ditransmisi antara dua kota ini. Setelah sambungan tersebut, teknologi radio komunikasi suara menjadi hal yang rutin digunakan oleh para warga Belanda kepada keluarganya yang terpisah ribuan kilometer.

"Sejak saat itu banyak lahir kisah-kisah menarik dari orang-orang Belanda di negara jajahannya dengan sanak keluarga di Belanda," tulis Her Suganda dalam bukunya Jendela Bandung, Pengalaman Bersama KOMPAS (2007).

Sambungan telepon tersebut kemudian dikomersialkan pada 1929 sebagai saluran telepon oleh Queen-Mother Emma. Orang yang ingin melakukan sambungan telepon dapat berkunjung ke kantor telepon sentral untuk kemudian melangsungkan komunikasi.

Namun, kejayaan Stasiun Radio Malabar tidak berlangsung lama. Belasan tahun kemudian, stasiun radio tersebut dikuasai Jepang yang mulai merangsek masuk membersihkan sisa-sisa kekuasaan kolonial Belanda di Hindia Belanda.

Baca Juga:Kalahkan Polandia 2-1, Belanda Tetap Gagal ke Semifinal UEFA Nations League

Selepas Jepang pergi, bangunan stasiun radio ini dihancurkan bersamaan dengan momen Bandung Lautan Api oleh para warga Indonesia angkatan muda karyawan PTT.

Hingga saat ini, sisa reruntuhan Stasiun Radio Malabar beserta gedung-gedung peristirahatan karyawannya masih dapat dijumpai di komplek wisata Gunung Puntang. Mayoritas berupa susunan pondasi batu yang telah dimakan usia.

Saat itu, hubungan telepon radio dapat digunakan umum dengan biaya 33 Gulden untuk tiga menit pertama antara Netherland dan Netherland Indies. Saat ini mungkin jika dikonversikan ke dalam Rupiah biayanya sebesar Rp236 ribu.

Namun konon untuk bisa berkata "Hallo Bandoeng" pada orang yang berada di Bandung dari Netherland pada masa itu, mereka harus menabung selama 2 tahun. Dan itulah yang dikisahkan Willy Derby pada lagunya.

Baca Juga:Atep Jadi Korban Vandalisme, APK Dicoret Tulisan PKI

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak