Bersihkan Radio Malabar, Anji Manji Malah Dituding Bikin Kerusakan

"Belakangan setelah dibersihkan, ramai orang datang ingin berfoto di kawasan itu,"

Ari Syahril Ramadhan
Minggu, 22 November 2020 | 12:40 WIB
Bersihkan  Radio Malabar, Anji Manji Malah Dituding Bikin Kerusakan
Tangkapan layar Istagram Anji, reruntuhan Radio Malabar di Gunung puntang, Kabupaten Bandung. [Instagram @duniamanji]

SuaraJabar.id - Musikus Anji Manji aktif berkegiatan di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung beberapa waktu ini. Salah satu fokusnya, membersihkan situs Radio Malabar.

Anji tidak sendiri. Ia berkegiatan di Gunung Puntang bersama 37 orang lainnya. Mereka bersama-sama membersihkan reruntuhan bekas gedung Stasiun Radio Malabar.

Setelah dibersihkan, Anji mengklaim banyak orang yang datang ke tempat bersejarah itu. Padahal kata dia, sudah puluhan tahun bangunan itu terbengkalai.

Tapi usaha Anji dan 37 orang lainnya tidak selalu mendapat respon baik. Sabtu (22/11/2020), Anjie melalui akun Instagramnya @duniamanji mengatakan ada pihak yang seolah tidak senang dengan gerakan yang ia bangun di sana.

Baca Juga:Bupati KBB Diperiksa KPK, Firli Sebut akan Tahan 2 Kepala Daerah

"ADA YANG MELAPORKAN SAYA melakukan pengrusakan di Puntang. Alih-alih mengajak bicara, dipilih cara melaporkan," tulis Anji.

Padahal menurutnnya, mereka datang ke Puntang dengan niat yang baik.

"Ingin memelihara dan merapikan aset sejarah dan merapikan wisata yang ada di sana. Dengan uang pribadi saya. Tampaknya maksud yang pertama membuat ada yang terusik," lanjut Anji.

Anji mengklaim, Perum Perhutani selaku pengelola Gunung Puntang telah mengetahui aktivitas mereka di sana. Menurutnya, pihak pengelola pun mengapresiasi kerja mereka membersihkan Radio Malabar.

Selama ini kata Anji, bangunan itu tertutup tanah dan semak belukar hingga jarang orang datang melihat. Area bekas kolam cinta pun hanya dibuat sebagai tempat duduk, tempat jemuran baju basah dan tempat sampah.

Baca Juga:KPK Panggil Bupati KBB, Jubir KPK: Terkait Penyidikan

"Belakangan setelah dibersihkan, ramai orang datang ingin berfoto di kawasan itu. Juga ingin mengerahui sejarahnya. Beberapanya ada di slide selanjutnya. Silakan geser foto ini."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak