Dalam kondisi bentrok, ironinya meski berada di lokasi, pihak aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pembiaran terhadap bentrok dan intimidasi yang dilakukan oleh warga yang mendukung pembangunan rumah deret dan ormas.
“Polisi dan Satpol PP dengan secara sengaja membiarkan intimidasi begitu saja berjalan, seolah-olah tidak ada kekerasan, padahal mereka warga yang sudah dikasih kompensasi oleh Pemkot,” ungkapnya.
Menurut John, warga seolah diadu domba oleh Pemerintah Kota. Pengrusakan terhadap fasilitas warga yang masih bertahan dilakukan oleh warga yang tidak lagi memiliki hak di area tanah warga yang bertahan.
Selain itu, intimidasi juga dilakukan kepada salah seorang para legal dari PHBI Jabar Deti Sopandi. Dijambak rambut dan lalu dibenturkan ke tembok sehingga menyebabkan kepalanya bocor oleh seorang warga bernama Jujun.
Baca Juga:Kasus Pemukulan Cewek di Indekos Bandung Mulai Dilirik Polisi
“Di depan pintu rumah, mereka tiba-tiba mengintimidasi sambil menjambak juga mencakar warga,” ungkapnya.
Sementara salah seorang warga lainnya yang terkena intimidasi dan kekerasan lainnya Eva Eryani Efendi, mendapat luka cakar di wajah bagian kanan oleh warga lainnya.
“Mereka bilangnya saya mengganggu pembangunan rumah deret,” ungkap Eva.
“Lagian mereka (warga yang pro) kan sudah tenang, sudah ada pembangunan rumah deret, dan menjadi tanggung jawab Pemkot,” imbuhnya.
Selain melakukan kekerasan, pihak warga dan juga beberapa ormas melakukan penutupan dan pembatasan akses warga dengan seng.
Baca Juga:Viral Cewek Bandung Dihajar di Depan Kamar, Warganet Tantang Cowoknya Duel
Kontributor : Emi La Palau