alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sempat Menolak, Warga Sariwangi Akhirnya Mau Dievakuasi ke Hotel Cherrish

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 06 Maret 2021 | 07:00 WIB

Sempat Menolak, Warga Sariwangi Akhirnya Mau Dievakuasi ke Hotel Cherrish
Dandim 0609/Kota Cimahi Letkol Kav Tody Wahyudi membujuk warga Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat agar mau dievakuasi agar terhindar dari Covid-19. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Warga Sariwangi Kabupaten Bandung Barat sepenuhnya tidak ikhlas dievakuasi, seperti korban bencana alam. Apalagi harus meninggalkan tempat tinggalnya.

SuaraJabar.id - Sebanyak 30 orang warga Kampung Pangkalan, RW 10, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya dievakuasi ke Hotel Cherrish di Parongpong, KBB.

Proses evakuasi warga yang negatif dari Covid-19 tersebut berjalan alot lantaran warga sempat menolak untuk dievakuasi. Mayoritas warga yang sedang melakukan isolasi mandiri itu memilih tetap berada di rumahnya meskipun ada anggota keluarga yang terpapar Covid-19.

Terkini, ada sekitar 49 orang warga di wilayah tersebut yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri. Warga bahkan sudah membuat surat pernyataan menolak evakuasi tersebut disaksikan langsung oleh pengurus RT/RW, dan perangkat Desa Sariwangi.

Dandim 0609/Kota Cimahi Letkol Kav Tody Wahyudi turun tangan untuk melobi warga hingga akhirnya mau dievakuasi pada Jumat (5/3/2021) malam. Mereka bersedia dievakuasi untuk sementara waktu agar terhindar dari paparan Covid-19.

Baca Juga: Selebgram Cantik Tak Malu Jualan Ayam di Pasar, Omzetnya Bikin Melongo

Berdasarkan pantauan, dari 30 warga yang didata oleh petugas, baru 13 jiwa saja yang diberangkatkan ke hotel menggunakan minibus. Sementara sisanya bakal menyusul menunggu minibus yang sedang dipersiapkan.

"Kita terima laporan dari Danramil bahwa warga yang sehat di sini menolak dievakuasi. Itu kan rencana pemda. Harus diakui di sini banyak masalah, mulai daru pekerjaan sampai ternak. Tapi setelah kita bujuk, akhirnya warga bersedia (dievakuasi)," ungkap Dandim 0609 Letkol Kav Tody Wahyudi kepada wartawan.

Tody menyebut warga yang sehat itu bakal menjalani dua sampai tiga hari isolasi di tempat yang sudah disediakan. Sementara keluarga di rumah yang positif Covid-19 bakal diawasi pihak Puskesmas Ciwaruga.

"Setelah dua sampai tiga hari itu, mereka akan dianggap sembuh berdasarkan keterangan dari pihak Puskesmas Ciwaruga. Setelah itu mereka akan dipulangkan lagi ke rumahnya masing-masing," sebutnya.

Warga sepenuhnya tidak ikhlas dievakuasi, seperti korban bencana alam. Apalagi harus meninggalkan tempat tinggalnya. Warga merasa aneh sebab yang dievakuasi warga yang sehat dan bukan yang terpapar Covid-19.

Baca Juga: Awas Ketagihan Belanja di Penjual Ayam Cantik di Pasar Panorama Lembang

Elin Supriatin (31) salah seorang warga menuturkan, rencana evakuasi untuk warga yang tidak terpapar Covid-19 tidak tepat. Seharusnya yang dievakuasi merupakan warga yang positif Covid-19 dan itupun sejak awal lockdown dilakukan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait