alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengais Berkah dari Larangan Mudik, Penjual Pulsa Banjir Pembeli

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 13 Mei 2021 | 16:27 WIB

Mengais Berkah dari Larangan Mudik, Penjual Pulsa Banjir Pembeli
ILUSTRASI-Warga melakukan Halalbihalal Idul Fitri 1441 H secara virtual di kawasan Rawa Bambu, Bekasi, Jawa Barat. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

Sejak H-1 Lebaran, konter pulsa miliknya ramai didatangi para pelanggan. Khususnya mereka yang memang sengaja membeli pulsa dan paket data internet.

SuaraJabar.id - Kebijakan larangan mudik yang diterapkan pemerintah berimbas negatif pada beberapa sektor usaha. Misalnya bisnis transportasi, perhotelan dan pariwisata.

Namun di sisi lain, kebijakan ini menguntungkan beberapa pihak. Di antaranya sektor usaha penjualan pulsa telepon seluler.

Para penjual pulsa ini kebanjiran pembeli karena banyak warga yang melakukan halalbihalal dan silaturahmi secara virtual membutuhkan paket data.

Salah satu penjual sekaligus pemilik konter pulsa, Linda Puspitasari mengatakan, sejak H-1 Lebaran, konter pulsa miliknya ramai didatangi para pelanggan. Khususnya mereka yang memang sengaja membeli pulsa dan paket data internet.

Baca Juga: 2 Tahun Tak Mudik, dr Tirta Lebaran Tanpa Anak dan Orang Tua

Bahkan, sejak H-1 Lebaran kemarin dirinya mampu menjual puluhan hingga ratusan lebih voucher paket kuota berbagai provider.

"Alhamdulilah, voucher paket data hingga pulsa laku keras dari sebelum malam takbiran. Penjualan pulsa juga meningkat hampir 200 persen," kata Linda dikutip dari Ayobandung.com-jejaring Suara.com, Kamis 13 Mei 2021.

Linda bercerita, biasanya dalam satu hari, dirinya hanya mampu menjual puluhan voucher data. Namun kini, sekitar 300 voucher data berhasil ia jual dalam kurun waktu 2 hari saja. Tak hanya voucher data, pulsa reguler juga alami hal yang sama.

"Voucher kuota banyak peminatnya. Kalau pulsa sejak 3 hari kemarin saya stok 5 juta, sekarang saldonya tinggal 1 juta sekian. Alhamdulillah laris manis," ujarnya.

Salah satu pelanggan konter Neneng Juaeriah mengaku, dirinya sengaja mengisi paket kuota lantaran hendak melakukan video call dengan keluarganya di Pati, Jawa Tengah.

Baca Juga: Lebaran di Rumah Anies Baswedan

"Buat video call dengan keluarga di sana. Tahun ini kan tidak bisa mudik, jadi untuk melihat kondisi keluarga disana saya isi kuota buat video call," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait