Pandemi Covid-19 Berjalan Setahun, Varian Virus Baru Bermunculan

Mutasi pada virus terus terjadi, muncul varian baru seperti pada kasus Covid-19 terjadi seiring penularan virus ke orang-orang

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 22 Mei 2021 | 10:10 WIB
Pandemi Covid-19 Berjalan Setahun, Varian Virus Baru Bermunculan
Ilustrasi Pandemi Covid-19, Varia virus baru bermunculan. (Foto: Antara)

Di India, B1617 ditemukan pada Desember 2020 seiring penularan yang sangat tinggi di negara itu. Varian ini dikatakan lebih menular dari virus aslinya tetapi masih memerlukan data lebih lanjut. Ada juga kemungkinan B1617 juga mengurangi efektivitas vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini.

Kepala staf teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk COVID-19, Maria van Kerkhove seperti dikutip dari Al-Jazeera mengatakan, B1617 awalnya terdeteksi di India dengan dua mutasi yakni E484Q dan L452R.

Walau tak masuk dalam variants of concern, B1617 masuk dalam kategori variant of interest (VOI) tetap berbahaya, menurut mantan profesor di Harvard Medical School, William A. Haseltine. Dia menyebut, varian B1617 memiliki semua ciri khas virus yang sangat berbahaya.

Apakah vaksin bekerja melawannya? Sulit untuk mengetahui dengan pasti tanpa data dan penelitian yang memadai. India beberapa waktu lalu masih menguji apakah varian baru, termasuk B1617, mampu lolos dari kekebalan atau tidak.

Baca Juga:Studi: Musik Bantu Masyarakat Atasi Rasa Bosan di Tengah Pandemi Covid-19

Kekebalan mengacu pada kemampuan patogen untuk menghindari respons kekebalan tubuh manusia. Ini berarti antibodi yang dibuat setelah vaksinasi atau infeksi sebelumnya mungkin tidak melindungi seseorang dari infeksi.

Cegah varian baru dengan tekan penularan

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama dalam sebuah pesan elektroniknya kepada ANTARA, Jumat mengatakan, salah satu cara mencegah munculnya varian baru SARS-CoV-2 ialah menekan kejadian penularan kasus di masyarakat.

Pencegahan penularan bisa dilakukan orang-orang dengan menerapkan protokol kesehatan meliputi mengenakan masker, mencuci tangan rutin, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan serta vaksinasi.

Kemudian, untuk mengendalikan varian dari luar negeri masuk ke Indonesia, menurut Tjandra, ada tiga cara yang bisa dilakukan yakni memperkuat pemeriksaan untuk semua orang yang datang ke negara ini, meningkatkan test whole genome sequencing dan surveilans di komunitas dan di fasilitas kesehatan.

Baca Juga:Boris Johnson Sebut Semua Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona India

Di sisi lain, saat ada varian atau mutasi baru COVID-19, para pakar selalu menganalisis dampaknya terhadap empat hal, yaitu pada kemampuan diagnosis dengan PCR, kemungkinan peningkatan penularannya, kemungkinan penyakit menjadi makin berat, serta apakah ada dampaknya terhadap efikasi vaksin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak