Dariapada Nganggur, Bandara Kertajati Diusulkan Disulap Jadi RS COVID-19

"Bukankah selama ini Jabar seolah kehilangan arah tentang fungsi BIJB Kertajati? Sekarang ada kesempatan yang bisa dijadikan pilihan," kata politikus partai Gerindra ini.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 21 Juli 2021 | 12:16 WIB
Dariapada Nganggur, Bandara Kertajati Diusulkan Disulap Jadi RS COVID-19
ILUSTRASI-Suasana bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5).

SuaraJabar.id - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka diusulkan dialihfungsikan menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien COVID-19.

Usulan ini diusung anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Daddy Rohanady dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/7/2021).

"Daripada mubazir hanya untuk tempat swafoto atau rekreasi, mungkin ini bisa jadi pilihan (diubah menjadi RS rujukan COVID-19). Tinggal support obat-obatan, alat-alat kesehatan, dan tenaga kesehatan. Memang kedengarannya tak masuk akal, tapi ini dunia yang memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi," kata Daddy Rohanady.

Menurut Wakil Fraksi Gerindra Jabar ini, gagasan menjadikan Bandara Kertajati sebagai RS rujukan COVID-19 juga bukan satu-satunya pilihan.

Baca Juga:Viral, Tutorial Menawar Harga ke Pedagang Kecil Saat PPKM Bikin Terenyuh

Ia mengaku, dirinya hanya mencoba menawarkan pilihan dan jika hal Itu tersebut memungkinkan karena ada konsekuensi yang menyertainya, memang dibutuhkan kajian lebih dahulu.

"Bukankah selama ini Jabar seolah kehilangan arah tentang fungsi BIJB Kertajati? Sekarang ada kesempatan yang bisa dijadikan pilihan," kata dia.

Dia mengatakan jika jumlah warga yang terpapar COVID-19 terus meningkat maka dibutuhkan banyak tempat untuk pasien dirawat kemudian jika rumah sakit sudah tak lagi bisa menampung maka dibutuhkan tempat yang lebih luas agar rakyat tak lagi bingung.

Menurut saya, dalam situasi seperti sekarang ini, Bandara Kertajati bisa dijadikan pilihan.

Terkait rencana dijadikan tempat maintenance, repair, dan overhaul (MRO) pesawat TNI dan Polri juga masih butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya.

Baca Juga:Sambil Guyon, Ridwan Kamil Tegur Uya Kuya dan Denny Sumargo Soal Masker

Apalagi, pengalihan PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad dan memindahkan kedua perusahaan itu bukan hal sederhana dan sekali lagi, butuh waktu yang tidak sebentar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak