alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkab Bandung Barat Imbau Orang Tua Cek Ponsel dan Tak Izinkan Anaknya Keluar Rumah Besok

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 23 Juli 2021 | 18:19 WIB

Pemkab Bandung Barat Imbau Orang Tua Cek Ponsel dan Tak Izinkan Anaknya Keluar Rumah Besok
Polisi mengamankan 150 pemuda terlibat aksi unjuk rasa tolak PPKM di Bandung. (Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)

Pemkab Bandung Barat khawatir warganya terkena COVID-19 jika mengikuti aksi tolak PPKM atau Jokowi End Game.

SuaraJabar.id - Pemkab Bandung Barat meminta semua elemen masyarakat tak terpancing dengan ajakan aksi lanjutan untuk menolak Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat atau PPKM Darurat atau aksi Jokowi End Game yang bakal digelar di sejumlah tempat, Sabtu (23/7/2021).

Kepala Kesbangpol KBB Soeryaman Effendi mengatakan, pandemi saat ini masih berlangsung sehingga kerumunan yang terjadi pada aksi bisa saja memicu penularan COVID-19.

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat di KBB untuk menahan diri.

"Kita mengimbau, untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan ajakan-ajakan aksi. Apalagi saat ini COVID-19 masih berlangsung," imbuh Soeryaman saat dihubungi Suara.com, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Polda Sumbar Tetapkan 4 Pemilik Usaha di Kota Padang Tersangka Pelanggaran Prokes

Dirinya mengakui muncul ajakan berantai untuk menggelar aksi yang disebar lewat sebuah media sosial.

Namun bukan melalui WhatsApp dan tak spesifik menyebutkan ajakan untuk warga Bandung Barat.

Meski begitu, pihaknya belum melihat adanya tanda-tanda aksi massa di Bandung Barat.

"Ada betul ajakan. Satu yang sudah saya terima. Itupun gak spesifik dari KBB, tapi secara umum. Mudah-mudahan tidak ada aksi," katanya.

Soeryaman mengatakan, Pemkab Bandung Barat bersama unsur Foruk Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) selalu berupaya melakukan antisipasi dan deteksi dini terhadap potensi aksi massa, sehingga sejauh ini kondusifitasnya bisa terjaga.

Baca Juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Batal Nikah Hari Ini

"Saya bilang hasil evaluasi tadi cukup kondusif. Kami di Forkompimda berusaha untuk mencegah. Kewaspadaan dini sudah diterapkan," sebut Soeryaman.

Baca Juga

Berita Terkait