Polisi Aniaya Junior hingga Masuk RS, Propam Polda Jabar Turun Tangan

Aksi penganiayaan di lingkungan Polda Jabar itu diduga terjadi saat acara tradisi pembaretan Korps Sabhara.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 10 Agustus 2021 | 15:30 WIB
Polisi Aniaya Junior hingga Masuk RS, Propam Polda Jabar Turun Tangan
Kuasa hukum anggota Polda Jabar Brigadir Dua Polisi Daniel Haposan yang menjadi korban penganiayaan seniornya. [Istimewa]

"Motifnya tradisi dalam pembaretan, karena pada saat itu sedang dilaksanakan proses pembaretan karena ini Korps Sabhara," kata dia kepada wartawan, Senin (9/8/2021).

Saat ini, lanjut Agus, kasus penganiayaan tersebut, telah dilaporkan dan diharapkan dapat diusut secara adil oleh kepolisian.

"Kami berharap institusi kepolisian dapat objektif menangani kasus ini," ucap dia.

Di tempat yang sama, Ayah dari Korban, Bengar Sihombing tak terima anaknya, diperlakukan hingga mengalami luka berat.

Baca Juga:Wagub DKI: Ruang Rawat Isolasi RS Rujukan Covid-19 di Jakarta 39 Persen

Padahal, anaknya itu baru saja dilantik menjadi anggota polisi, sebulan kemarin. Menurut dia, pasca kejadian, anaknya menjalani dua kali operasi dan menderita luka di bagian livernya.

"Liver belah itu diketahui setelah operasi kedua," kata dia.

Meski demikian, kata Bengar, kondisi anaknya yang dirawat sejak tanggal 31 Juli itu sudah berangsur-angsur membaik. Namun, tetap harus istirahat total selama tiga bulan ke depan.

"Alhamdulillah sudah ada perbaikan fisik dan sudah ada rencana pulang nanti sore. Dirawat kurang lebih dari tanggal 31," tutur dia.

Kontributor : Cesar Yudistira

Baca Juga:Mobil SIM Keliling Beralih Fungsi, Berubah Jadi 'Warung Berjalan'

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak